Terungkap! Ini yang Jadi Penyebab Harga Pertamax Naik di RI

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
13 April 2022 07:35
Pertamax Naik, Yuk Cek Foto: Pertamax Naik, Yuk Cek

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia naik tidak terbendung dan dampaknya terasa juga di Indonesia. Buktinya sejak 1 April lalu, harga Pertamax resmi naik.

Harga minyak mentah dunia pun turut mengerek harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2022 terkerek menjadi sebesar US$ 113,50 per barel dari yang sebelumnya US$ 95,72 per barel.

Adapun kenaikan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 33.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2022 tanggal 1 April 2022.


"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2022 ditetapkan sebesar US$ 113,50 per barel," demikian bunyi diktum keempat Kepmen tersebut dikutip pada Minggu (10/4/2022).

Berdasarkan kesimpulan Tim Harga Minyak Indonesia, beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, selain terganggunya pasokan minyak mentah global seiring terjadinya konflik Rusia-Ukraina, juga pengenaan sanksi dan kegagalan infrastruktur produksi di negara-negara penghasil minyak mentah.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati menyayangkan sikap masyarakat yang meributkan kenaikan harga jual Pertamax yang dilakukan Pertamina. Terlebih badan swasta lain menjual RON dengan jenis yang sama lebih mahal dibandingkan Pertamina.

"Kita pahami kesulitan masyarakat tapi nggak bisa nanggung seluruhnya. Jadi mohon dipahami. Kompetitor Pertamina Rp 16.000 per liter pada ribut gak? Sama lho RON 92," ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Rabu (6/4/2022).

Menurut dia kenaikan harga BBM tak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga seluruh dunia. Bahkan Nicke mengklaim harga jual BBM di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. Pasalnya, subsidi yang digelontorkan pemerintah begitu besar.

Misalnya jika dibandingkan dengan UK, harga jual BBM setara Pertamax Turbo RON 98 saja di negara tersebut sudah tembus Rp 44.500 per liter. Sementara di Indonesia masih dijual di harga Rp 14.500 - Rp 15.100 per liter, tetap atau tidak berubah dari Maret 2022.

"Di kita kenaikan gak terlalu besar karena sudah disubsidi. Untuk Solar itu per liter disubsidi Rp 7.800 per liter, untuk Pertalite subsidinya Rp 4.000 - Rp 4.500 per liter," ujar Nicke.

Adapun kenaikan ini, diprediksi akan berdampak migrasi dari pengguna Pertamax ke Pertalite. Hal ini dipicu dari selisih harga jual kedua produk BBM tersebut yang akan semakin besar.

"Tapi memang itu jika dinaikkan (harga Pertamax), orang akan pindah ke Pertalite, meskipun kualitasnya lebih rendah. Pengalaman kita sih ke komoditas yang lebih murah yang paling tertekan malah nanti Pertalite-nya," ungkap Dirut Pertamina Periode 2006-2009, Ari Soemarno, dalam diskusi bersama CNBC Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Namun di sisi lain, menurutnya Pertamina memang harus segera melakukan penyesuaian harga Pertamax. Hal ini dikarenakan harga minyak mentah dunia saat ini sudah tembus di atas US$ 100 per barel dan telah berdampak pada kinerja keuangan perusahaan yang terseok-seok.

Apalagi, imbuhnya, utang subsidi pemerintah selama empat tahun ke belakang menurutnya tak kunjung dibayar. Oleh sebab itu, kenaikan harga Pertamax di tengah lonjakan harga minyak dunia mesti dilakukan.

"Jadi menurut saya, penyesuaian ini seharusnya dilaksanakan, tapi memang kalau gak dilaksanakan Pertamina harus bayar subsidinya terus, saya kasihan ke Pertamina," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Mau Beli Minyak Murah Rusia, Ini Risikonya


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading