Aelah... Baru Juga Naik, Harga Emas Sudah Turun Lagi!

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
05 April 2022 15:34
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta- CNBC Indonesia - Harga emas kembali melemah setelah sempat menguat kemarin dan pagi ini. Pada Selasa (5/4/2022) pukul 15:08 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.925,83/troy ons. Turun 0,34% dari hari sebelumnya.

Harga emas sempat menguat 0,43% pada perdagangan kemarin ke US$ 1.932,44/troy ons. Pada Selasa (5/4/2022) pukul 06:09 WIB, harga emas masih naik tipis 0,04% ke US$ 1.933,13/troy ons.

Dalam sepekan harga emas masih menguat 0,35% tetapi melemah 2,17% dalam sebulan. Dalam setahun emas masih melesat 19,46%.


Ilya Spivak, DailyFX, mengatakan pelemahan harga emas disebabkan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Apresiasi dolar AS tersebut dipicu oleh ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS. Namun, Yen Jepang berhasil menguat 0,21% dan rupiah menjadi juara kedua yang mampu terapresiasi tipis 0,02% terhadap greenback.

"Jika Fed lebih hawkish sehingga yield naik, maka emas menjadi kurang menarik," tutur Spivak, seperti dikutip Reuters.

Wang Tao, analis pasar Reuters, mengatakan pergerakan netral emas ada di kisaran US$ 1.915-1.940/troy ons. Emas kini ada di gelombang (c) dari titik US$ 1.965,4/troy ons. Gelombang ini akan membawa pergerakan harga emas ke kisaran US$ 1.790-1.857/troy ons.

Jika bergerak di bawah US$ 1.915/troy ons, maka harga emas bisa bergerak terus melemah ke kisaran US$ 1.878-1.898/troy ons. Namun kalau mampu bergerak ke atas US$ 1.840/troy ons, maka emas bisa menanjak naik lagi ke kisaran US$ 1.953-1.965/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Turun Nih! Tapi Tenang, Nanti Juga Naik Kok...


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading