Bitcoin dkk Bangkit Lagi, Simak Pergerakan Kripto Hari Ini

Market - chd, CNBC Indonesia
05 April 2022 10:35
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama kembali menguat pada perdagangan Selasa (5/4/2022), di tengah cerahnya saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS), setelah Elon Musk memutuskan untuk memborong saham Twitter.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:10 WIB, hanya koin digital (token) Solana, XRP, dan Avalanche yang terkoreksi pada hari ini.

Solana merosot 2,54% ke level harga US$ 131,99/koin atau setara dengan Rp 1.892.077/koin (asumsi kurs Rp 14.335/US$), XRP melemah 0,22% ke US$ 0,8299/koin (Rp 11.897/koin), dan Avalanche terkoreksi 0,73% ke US$ 96,2/koin (Rp 1.379.027/koin).


Sedangkan sisanya masih cenderung menguat. Bitcoin menguat 1,73% ke level harga US$ 46.639,46/koin atau setara dengan Rp 668.576.659/koin, Ethereum bertambah 1,01% ke level US$ 3.519,73/koin atau Rp 50.455.330/koin.

Selanjutnya Cardano melesat 3,55% ke US$ 1,22/koin (Rp 17.489/koin), BNB terapresiasi 1,56% ke US$ 451,7/koin (Rp 6.475.120/koin), dan Terra tumbuh 1,22% ke US$ 115,96/koin (Rp 1.662.287/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin diperdagangkan di kisaran level US$ 46.000 pada hari ini, setelah sempat terkoreksi ke kisaran level US$ 45.800 pada perdagangan kemarin.

Pasar kripto yang cenderung cerah pada hari ini terjadi di tengah bergairahnya saham-saham teknologi di AS, setelah keputusan Elon Musk untuk memborong saham Twitter.

Meski begitu, investor masih cenderung berhati-hati untuk memburu Bitcoin dan kripto lainnya di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina yang hingga kini belum menunjukkan adanya kata damai.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan dalam sambutan singkatnya kepada wartawan bahwa AS akan menambah sanksi yang dimaksudkan untuk melumpuhkan ekonomi Rusia setelah adanya citra satelit yang menunjukkan korban sipil besar-besaran di kota Bucha dekat ibukota Ukraina, Kyiv.

Analis Pasar Senior Oanda, Craig Erlam mencatat bahwa indeks choppiness Bitcoin sudah terjadi selama seminggu terakhir setelah melonjak melewati kisaran level US$ 47.000.

"Bitcoin terus pulih selama beberapa hari terakhir setelah mampu bertahan di level support di kisaran US$ 44.000, tetapi Bitcoin terus berjuang untuk menemukan banyak momentum saat mendekati puncaknya pada pekan lalu," kata Erlam dalam laporan risetnya, dikutip dari CoinDesk.

Indeks choppiness merupakan indikator pergerakan arah pasar yang merujuk pada berombak (trade sideway) atau smooth, bukan menunjukkan arah pasar di masa depan.

Analis lainnya juga optimis bahwa Bitcoin masih akan cerah di masa depan, karena adanya peningkatan data blockchain meski peredaran Bitcoin saat ini hanya tinggal sekitar 2 juta koin.

"Bitcoin mengalir keluar dari bursa dengan laju lebih dari 96.000 BTC per bulan, yang berarti akumulasi kuat sedang terjadi," kata Glassnode, penyedia data kripto, dalam laporan risetnya, sebagaimana dilansir dari CoinDesk.

Namun, kenaikan permintaan Bitcoin perlu dipertahankan untuk mendukung pemulihan harga.

"Penembusan moving average (MA) 200 hari diperlukan untuk mengkonfirmasi sentimen bullish," kata Alex Kuptsikevich, analis di FxPro.

"Jika Bitcoin dapat menembus kisaran level US$ 45.000-US$ 48.000, maka hal ini bisa menandakan dimulainya tren yang lebih luas ke arah penembusan," tambah Kuptsikevich.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Crypto Crash! Bitcoin Cs Babak Belur, Ada Apa Ini?


(chd/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading