Mengembalikan Wibawa Pengawas IKNB OJK, Siapa Bisa?

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
04 April 2022 20:28
Sejumlah nasabah pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 berdemo di depan Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berada di Jl Lapangan Banteng Timur, Rabu (10/11/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menuju uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) para calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), banyak hal yang perlu dikedepankan untuk membuat industri keuangan semakin kuat. Salah satunya adalah terkait Industri keuangan nonbank (IKNB).

IKNB memiliki kompleksitas tersendiri, mengingat beragamnya model bisnis, dan kebiasaan para pelaku usaha yang tentu beragam pula. Terutama dalam konteks market conduct.

Sepanjang sepak terjang OJK sampai saat ini, IKNB terbukti menjadi salah satu subsektor yang perlu mendapat perhatian khusus. Bahkan, salah satu pejabat OJK pernah mengaku jumlah pengawasnya kalah jauh dengan pengawas perbankan. Imbasnya, beberapa kasus di industri keuangan pun sering muncul dari subsektor industri keuangan ini.


Dalam beberapa tahun terakhir, setelah ramai kasus gagal bayar multifinance, disusul kasus yang menimpa asuransi pelat merah. Terbaru adalah sengketa terkait unit link yang penyelesaiannya masih tarik ulur. Sampai-sampai OJK merilis peraturan baru terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi itu. Belum lagi, adanya fintech atau pinjaman online (pinjol) ilegal yang masih merongrong perkembangan industri berbasis teknologi ini.

Sehingga, menjadi sangat penting bagi kepala eksekutif pengawas IKNB OJK yang baru untuk memahami dan bekerja ekstra membenahi subsektor industri keuangan tersebut. Tentu bila terjadi apa-apa akan berimbas ke sistem keuangan secara keseluruhan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menyebut, masalah di fintech menjadi masalah cukup krusial di mana kehadiran pinjol saat ini dipandang negatif oleh sebagian kalangan karena kasus pinjol ilegal.

"Padahal manfaatnya juga signifikan. Makanya PR pemberantasan pinjol ilegal menjadi masalah PR yang menanti DK OJK bidang IKNB ke depannya," tukas Nailul kepada CNBC Indonesia, Senin (4/4/2022).

Hal lain yang perlu diperhatikan, lanjutnya, adalah di industri asuransi yang saat ini tengah disorot utamanya masalah unit link. "PR di unit link sangat besar sekali sehingga ada yang bilang unit link sangat tidak bermanfaat," imbuhnya. 

Sementara Ekonom Binus University Doddy Ariefianto menegaskan, bahwa jajaran komisioner OJK yang baru perlu membenahi pengawasan di bidang IKNB. Menurutnya, spirit atau moral para pengawas industri ini harus menjadi perhatian dan perlu untuk diangkat kembali.

"Kalau saya bayangkan pengawas IKNB dalam kondisi psikologi yang kurang. Lagi down karena mereka banyak kena kasus. Jadi bagaimana mengangkat spirit, bersamaan membenahi. Pasti ada yang bolong-bolong tuh, apa bolong di dalam sistem prosedur, kebijakan, atau dalam moral, perilaku, integritas. Ini yang harus diidentifikasi dan harus dibenahi. Itu tantangan utama kalau saya lihat," tukasnya.

Selain itu, sambungnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana penerapan teknologi dalam bisnis di industri ini bisa berjalan tanpa terjadi masalah. Doddy melihat kejadian kemarin-kemarin di mana terjadi banyak kasus di IKNB itu banyak sekali masalah yang timbul dari sisi fraud. Hal ini dinilainya menunjukkan masih kurang efektifnya pengawasan dan penegakan oleh OJK.

"Mestinya kejadian di Jiwasraya, Bumiputera dan ASABRI itu enggak mendadak muncul. Jadi asuransi, IKNB itu bukan industri yang bisa tiba-tiba rontok dalam waktu semalam. Ini pasti akumulasi," ucapnya.

Sedangkan terkait siapa sosok yang paling cocok untuk mengisi pos kepala eksekutif pengawas IKNB, Nailul menilai Pantro Pander Silitonga lebih unggul jika dilihat dari latar belakang yang banyak berkecimpung di industri asuransi.

"Tapi sekali lagi melawan incumbent cukup berat untuk ungggul meskipun Pak Pantro tentu lebih berpengalaman di bidang asuransi. IKNB juga luas. Tidak hanya asuransi tapi ada dana pensiun, lembaga pembiayaan, hingga fintech. Jadi Bidangnya cukup baru bagi Pak Pantro," tutur Nailul.

Siapa yang nanti bakal terpilih memang tergantung dari penilaian Komisi XI DPR RI. Apakah Hoesen, yang saat ini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK sebagai incumbent. Atau Pantro yang memiliki keunggulan di industri asuransi yang saat ini cukup banyak mendapat sorotan miring.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catatan Pelaku Pasar Modal, Ini PR Pemimpin OJK Yang Baru!


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading