Siapa Hanwha Life yang Bakal Caplok Lippo Insurance?

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
04 April 2022 15:32
Vaksin lansia di Lippo Mal Puri Indah, Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan asuransi jiwa dari Korea, PT Hanwha Life Insurance Indonesia disebut akan mengambil alih asuransi milik Grup Lippo, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) alias Lippo Insurance. 

Berdasarkan Conditional Sale and Purchase Agreement (Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat) tanggal 1 April lalu, diketahui Hanwha Life akan berencana untuk membeli 42,79% saham Inti Anugerah Pratama (IAP) di LPGI dan dan 4,9% saham Star Pacific (LPLI) di LPGI.

Sebelumnya hingga akhir Februari 2022, IAP menggenggam 65,79% saham LPGI, sedangkan LPLI menguasai 19,80% dan sisanya dimiliki oleh masyarakat.


Artinya setelah pembelian ini, Hanwha akan menjadi pengendali dan memiliki porsi kepemilikan lebih besar dari gabungan saham yang dimiliki IAP dan LPGI yang masih berada dalam satu grup bisnis yang sama.

Perusahaan asuransi jiwa PT Hanwha Life Insurance Indonesia merupakan anak usaha dari Hanwha Life Insurance Co Ltd, di mana Hanwha Life Insurance Co Ltd memiliki 99,61% saham.

Siapa Hanwha Life?

Hanwha Life merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama di Korea Selatan yang didirikan tahun 1946.

Empat puluh tahun setelahnya perusahaan tercatat mampu mengelola aset senilai 1 triliun won atau setara dengan Rp 11,83 triliun (kurs Rp 11,83/won). Saat ini aset kelolaan mencapai 105,3 triliun won (Rp 1.242 triliun).

Hanwha Life hanya kalah dari anak usaha raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Life Insurance dan tercatat sebagai perusahaan asuransi jiwa terbesar nomor dua di negara tersebut.

Hingga akhir 2016, Hanwha Life memiliki 24.600 karyawan dan perencana keuangan dan membuat terobosan sebagai perusahaan asuransi jiwa Korsel dengan ekspansi nomor satu. Perusahaan tercatat beroperasi di Indonesia, Vietnam dan China.

Perusahaan juga tergabung dalam Hanwha Group yang semula didirikan pada tahun 1952 sebagai Korea Explosives Co. Grup ini telah berkembang menjadi konglomerat bisnis multi-sektor besar, dengan kepemilikan bisnis yang beragam mulai dari bahan peledak, ritel hingga jasa keuangan.

Hanwha Life sendiri resmi beroperasi di Indonesia pada Oktober 2013.

Hingga akhir 2020, aset perusahaan tercatat sebesar 148,77 triliun won, naik secara beruntun dari tiga tahun sebelumnya. Sementara itu ekuitas perusahaan tercatat sebesar 13,94 triliun won.

Adapun laba bersih perusahaan tahun 2020 adalah sejumlah 241 miliar won atau terpangkas nyaris setengahnya dari dua tahun sebelumnya, yang mana nilainya mencapai 447 miliar won pada tahun 2018.

Pemegang saham utama perusahaan termasuk Hanwha Engineering (25,09%), Hanwha Corporation (18,15%) hingga investor ritel (15,99%).

Adapun aset dan ekuitas yang dimiliki LPGI tahun 2021 tercatat naik tipis dari tahun sebelumnya. Aset perusahaan tercatat senilai Rp 2,92 triliun dengan ekuitas berada di angka Rp 871,83 miliar.

Pendapatan perusahaan melonjak 43,68% menjadi Rp 1,75 triliun pada tahun 2021, dengan laba bersih naik 5,89% menjadi Rp 98,38 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Perusahaan Singapura Beli Saham Multipolar Rp 1 T


(vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading