Nilai Emisi IPO di BEI Sudah Capai Rp 3,18 Triliun

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
29 March 2022 14:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai perhelatan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini sepertinya tidak sefantastis tahun lalu. Perkiraan ini tercermin dari pipeline IPO yang sudah ada.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebut, sudah ada 12 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia sejak awal 2022 hingga 25 Maret lalu. Nilai emisi yang dicatatkan mencapai Rp 3,18 triliun.

Sedang hingga saat ini, ada 32 perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI dengan estimasi nilai emisi sekitar Rp 29,13 triliun.


"Total nilai fundraise tersebut telah memperhitungkan harga saham tertinggi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah dipublikasikan melalui sistem e-IPO. Berdasarkan catatan kami, terdapat anak perusahaan BUMN yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia," kata Nyoman Yetna kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).

Dari 32 perusahaan yang akan melantai di bursa, 2 di antaranya termasuk kategori perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, ada masing-masing 15 perusahaan kategori aset skala menengah dan besar, atau senilai Rp 50 miliar ke atas.

Rinciannya, ada 1 perusahaan dari sektor Basic Materials, 2 sektor Industrials, 2 sektor Transportation & Logistic, 5 sektor Consumer Non-Cyclicals, 6 sektor Consumer Cyclicals, 3 sektor Technology, 2 sektor Healthcare, 4 sektor Energy, 4 sektor Properties & Real Estate, dan 3 berasal dari sektor Infrastructures.

"Pada tahun 2022 ini kami optimis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan baik yang ditunjang oleh keberlangsungan pemulihan ekonomi. Berdasarkan data kami, beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga mengalami tren yang meningkat," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cilacap Samudera IPO, Incar Rp 156 M Untuk Ekspansi


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading