Pantes Aja Asing Kepincut, Bank RI Paling Moncer di ASEAN!

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
29 March 2022 09:15
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing sangat meminati bank domestik. Ini tercermin dari aktivitas aksi beli bersih atawa net buy yang selalu menjadikan saham bank sebagai target utama.

Wajar jika asing kepincut. Menurut data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2021 tercatat sebesar 5,2% secara tahunan. Angka tersebut membaik dibanding kontraksi penyaluran kredit selama 2020 yaitu -2,4%.

Belum lagi soal fundamental bank-bank domestik seperti yang digambarkan dalam riset CGS-CIMB Sekuritas kemarin. Lonjakan pendapatan bunga bersih sepanjang 2021, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih ketiga bank nasional yakni BBNI, BBRI, dan BMRI, juga ciamik, di atas 4 bank ASEAN.


Torehan tersebut tak lepas dari posisi bank yang mulai menikmati kselerasi pertumbuhan kredit seiring membaiknya kondisi makro.

"Kami pikir bank-bank besar Indonesia berada di posisi yang tepat untuk memenuhi permintaan pinjaman mengingat permodalan yang tinggi dan tingkat LDR [loan-to-deposit ratio] yang rendah," jelas analis CGS-CIMB, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Saat ini pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan laba bersih bank-bank besar di Indonesia tercatat bisa mengungguli saingannya yang berasal dari sesama negara Asia Tenggara.
Per 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) misalnya mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 288,36% menjadi Rp 10,68 triliun. Pada 2020, laba bersih individual BNI yaitu Rp 2,75 triliun.

Nilai laba bersih tertinggi sepanjang 2021 dipegang bank pelat merah lainnya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai Rp 32,21 triliun.

Dalam hal rasio profitabilitas, bank-bank gede Indonesia juga 'mengasapi' keempat bank ASEAN lainnya. Ada dua rasio profitabilitas yang bisa digunakan untuk mengukur profitabilitas bank, yakni return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

ROA dan ROE membantu mengukur kemampuan perusahaan memanfaatkan aset dan modal (ekuitas) untuk menghasilkan laba. Semakin tinggi nilainya berarti makin besar imbal hasil yang didapat perusahaan.

Angka pertumbuhan ROA tertinggi dimiliki PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan BNI dengan masing naik 89 bps secara tahunan. ROA 4 bank besar di Indonesia per 2021 ada di kisaran 1,43% - 3,41%.

Pertumbuhan ROE terbesar dipegang BBNI dengan bertambah 756 bps secara tahunan. ROE 4 bank besar di Indonesia per 2021 ada di kisaran 10,42% - 18,25%. Angka ini jauh di atas perolehan bank-bank lain di Asia Tenggara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kenapa Laba Bank Mandiri (BMRI) Melesat? Ternyata Karena Ini!


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading