Sulit Cuan, The Fed Bikin Harga Perak jadi Tak Gerak

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
21 March 2022 10:05
Petugas menunjukkan cincin perak di pasar mas Cikini, Senin, 22/11. Harga perak dunia turun pada perdagangan ini di tengah kebimbangan antara potensi inflasi yang lebih tinggi dan sikap The Fed yang menahan suku bunga. Harga perak di pasar spot tercatat US$ 15,0200/troy ons, turun 0,12% . Pantauan CNBC Indonesia di lokasi. Harga perak terpantau stabil Di toko Bukit Mas, harga perak dijual per-ring seharga Rp700 ribu. Di Toko Yossi berlian perak dijual per gram seharga Rp200 ribu.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia masih belum keluar dari tren sideways di US$ 25/ons. Kenaikan suku bunga dan sentimen konflik geopolitik yang mereda menahan laju safe haven.

Pada Senin (21/3/2022) pukul 09.12 WIB harga perak di pasar spot tercatat US$ 25,08/ons, naik 0,52% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.


Penahan laju perak adalah kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) yang membuat aset logam mulia menjadi kalah menarik dibandingkan dengan obligasi pemerintah AS.

Harga emas melemah setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu lalu menjadi 0,25%-0,5%.

Kenaikan suku bunga membuat kilau emas sedikit memudar karena imbal hasil (yield) obligasi umumnya terkerek mengikuti kenaikan suku bunga acuan. The Fed kemungkinan mengerek kembali suku bunga enam kali tahun ini hingga menjadi 1,75-2%.

Suku bunga merupakan salah satu "musuh" utama perak, ketika suku bunga di AS naik maka daya tarik perak sebagai aset tanpa imbal hasil akan menurun. Selain itu,opportunity cost berinvestasi perak juga akan mengalami peningkatan.

Di sisi lain, investor terus mengamati dinamika konflik di Eropa Timur. Serangan tetap dilancarkan meskipun upaya pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina pada minggu sebelumnya. Pasukan Rusia dan Ukraina berjuang untuk kota pelabuhan Ukraina Mariupol. Di sana penduduk terjebak dengan sedikit makanan, air dan listrik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Perak Masih Malas Gerak


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading