GoTo, Pemegang Saham Publik yang Turut Menjadi 'Publik'

Market - Putra, CNBC Indonesia
18 March 2022 08:10
Rilis Prospektus, Ini 6 Fakta Paling Menarik dari IPO GoTo

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi yang paling ditunggu dalam beberapa tahun ini akhirnya sudah tampak di depan mata. Perusahaan startup decacorn (valuasi mencapai US$ 10 miliar) yakni GoTo siap go public dan menjadi perusahaan tercatat.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan belum lama ini, GoTo berencana untuk melepas 4,35% sahamnya atau setara dengan 52 miliar lembar dengan nilai Rp 316-346 per saham. Artinya dari proses IPO, GoTo berpeluang meraup pendanaan sebanyak-banyaknya Rp 17,99 triliun.

Nilai tersebut secara nominal lebih rendah dari IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang mencapai Rp 22 triliun. Secara valuasi jika nilai Rp 17,99 triliun setara dengan 4,35% saham perusahaan, maka nilai pasar GoTo mencapai Rp 413,8 triliun.


Selain itu yang perlu menjadi catatan investor adalah GoTo berencana untuk melepas sebagian lagi sahamnya di bursa luar negeri atau dikenal dengan mekanisme dual listing untuk dapat meraup pendanaan.

Setelah melantai nanti GoTo akan resmi menyandang status sebagai perusahaan yang masuk ke dalam 4 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Meskipun baru akan melantai awal kuartal II tahun ini sebenarnya GoTo sudah tidak asing dengan pasar modal. Dalam perjalanan ekspansi bisnisnya, GoTo telah berinvestasi baik secara langsung maupun tidak langsung lewat entitas anaknya ke beberapa perusahaan-perusahaan publik.

Dalam prospektus GoTo yang setebal 967 halaman, tercatat GoTo memiliki investasi di beberapa perusahaan publik.

Pertama adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang merupakan perusahaan anak Lippo Group. Kepemilikan GoTo di saham MPPA secara langsung sebesar 5,98% dengan tahun penyertaan 2021, lewat PT Pradipa Darpa Bangsa (PDB).

Kemudian investasi GoTo di perusahaan publik lain yang fenomenal adalah pembelian 21,4% saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) pada 2020 lalu.

Investasi GoTo di ARTO melalui entitas anaknya yaitu PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) yang lebih dikenal dengan GoPay, sayap perusahaan keuangan milik GoTo.

Di tahun yang sama, diketahui GoTo juga berinvestasi di perusahaan publik lain. Kali ini industrinya bukan ritel atau perbankan melainkan perusahaan transportasi siapa lagi kalau bukan PT Blue Bird Tbk (BIRD).

Namun kepemilikan saham BIRD oleh GoTo yang saat itu belum merger antara Gojek dan Tokopedia, hanya di bawah 5% atau tepatnya sebesar 4,39%. Sehingga Gojek kala itu dan sampai sekarang setelah berubah nama menjadi GoTo menjadi pemegang saham minoritas BIRD. Lewat kepemilikan tersebut, sinergi antara kedua perusahaan tercermin dari adanya layanan GoBlueBird.

Selain BIRD, kabarnya GoTo juga memiliki investasi di perusahaan lain di bawah 5%. Kali ini adalah perusahaan yang masih masuk ke dalam ekosistem Lippo Group yang tak lain dan tak bukan adalah PT Multipolar Tbk (MLPL). GoTo sendiri telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang memiliki saham MLPL sebesar 4,8%.

Manuver GoTo tidak berhenti di situ saja. Startup besutan Nadiem Makarim dan William Tanuwijaya ini juga berinvestasi ke salah satu emiten milik Menteri BUMN Erick Thohir yaitu PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).

Namun investasi tersebut tidak secara langsung. Berdasarkan berbagai informasi, GoTo berinvestasi ke MARI lewat anak usahanya yakni GoVentures di platform media bernama NOICE yang merupakan anak usaha MARI.

Jadi bisa disimpulkan sebenarnya GoTo sudah sejak lama dekat dengan pasar modal domestik lewat investasinya di berbagai perusahaan publik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasca libur Lebaran, IHSG Rontok 4,42% ke Bawah 7.000


(trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading