Laba Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Tumbuh 182% Pada 2021

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
14 March 2022 18:30
Dok. Saratoga Investama Sedaya

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten investasi yang terafiliasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan laba bersih Rp 24,8 triliun pada 2021. Angka tersebut melesat 182% dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp 8,82 triliun.

Meski tidak menjabat sebagai pengurus lagi, Sandiaga Uno diketahui masih memiliki 21,51% saham di SRTG.

Induk Perusahaan SRTG adalah PT Unitras Pertama. Pemegang saham mayoritas akhir Perusahaan adalah Edwin Soeryadjaya, yang juga memiliki 33,10% saham dan menjabat sebagai Presiden Komisaris SRTG. 


Adapun perolehan laba didukung oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya dan penghasilan dividen dan bunga.

SRTG juga mencatatkan Net Asset Value (NAV) tertinggi sepanjang sejarah perseroan yaitu sebesar Rp 56,3 triliun, terutama didukung oleh peningkatan nilai pasar portofolio yang belum direalisasikan. Nilai tersebut meningkat 78% dari NAV Saratoga di tahun 2020 senilai Rp 31,7 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael William P. Soeryadjaya mengatakan, perseroan berhasil mengoptimalkan peluang selama fase pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 di tahun 2021 yang menjadi kunci kinerja cemerlang.

Didukung fundamental yang kokoh dan sektor bisnis yang strategis, mayoritas harga saham portofolio Saratoga mengalami kenaikan yang tinggi di tahun lalu.

"Salah satu sumber pertumbuhan NAV Saratoga pada tahun lalu adalah lonjakan harga saham di hampir semua portofolio investasi kami terutama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)," kata Michael melalui keterangan resmi, Senin (14/3/2022).

Michael menjelaskan, kenaikan harga saham itu sejalan dengan kinerja keuangan yang juga semakin solid. Hal ini terbukti dari kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut terhadap pendapatan dividen Saratoga yang mencapai Rp 1,65 triliun selama tahun 2021, tumbuh 120% dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 750 miliar.

"Kami mengapresiasi langkah strategis dan taktis yang telah dilakukan sehingga mereka berhasil mengoptimalkan momentum pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sejak tahun lalu. Ke depan, Saratoga akan terus terlibat aktif dalam proses pertumbuhan dan penguatan fundamental bisnis di setiap perusahaan investasi," jelas Michael.

Investasi Startup

Sepanjang 2021, sejumlah langkah dilakukan SRTG dengan melakukan investasi baru di tiga perusahaan startup, yaitu Xurya Daya Indonesia (Xurya), SIRCLO, dan Fuse, juga investasi di perusahaan media digital dan periklanan yakni City Vision.

Selain itu, Saratoga juga menambah kepemilikan sahamnya hingga akhir Desember 2021 dibandingkan Desember 2020, di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dari 52,21% menjadi 56,69% dan PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dari 8,39% menjadi 9,31%.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, investasi baru yang dilakukan baik di perusahaan startup maupun media digital merupakan strategi Perseroan untuk terlibat aktif dalam mengoptimalkan peluang di industri digital dan infrastruktur yang terus bertumbuh.

Saratoga juga secara proaktif ikut membantu investasi baru tersebut dalam mengembangkan strategi dan mengeksekusi rencana bisnisnya secara terukur dan optimal.

"Selama tahun 2021 total investasi Saratoga mencapai sekitar Rp 1,32 triliun. Kami optimistis strategi investasi ini akan mampu menjaga kinerja Perseroan dapat terus tumbuh positif dan menjaga kelangsungan bisnis dalam jangka panjang," jelasnya.

Devin juga menyampaikan bahwa di tengah situasi ekonomi yang sangat dinamis di tahun 2021, Saratoga berhasil menjaga efisiensi operasional dan kemampuan neraca yang kuat.

"Rasio biaya operasional terhadap NAV sebesar 0,3 persen, sementara rasio pinjaman sekitar 5,8 persen. Kami terus berusaha untuk menjaga ruang efisiensi biaya operasional dan biaya pinjaman," imbuh Devin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Racikan Saham Tokcer, Sandi Uno-Edwin Soeryadjaya 'Cuan' Gede


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading