Melesat 26,7%, PP Presisi Catatkan Laba Bersih Rp 146,8 M

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
14 March 2022 14:37
Komitmen PT PP Presisi Dorong Kebangkitan Ekonomi Sektor Infra (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan perolehan laba bersih Rp 146,8 miliar pada tahun 2021, melesat 26,7% dibanding kinerja tahun sebelumnya sebesar Rp 115,8 miliar. Pencapaian Laba Bersih dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan sebesar 20,1% menjadi Rp 2,8 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,3 triliun. 

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rully Noviandar mengatakan, lini bisnis konstruksi masih menjadi yang paling berkontribusi dalam pendapatan tersebut sebesar 66%.

Adapun sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari penyelesaian proyek infrastruktur seperti Bendungan Way Sekampung, Sirkuit Mandalika, Patimban Port, Kawasan Industri Batang, Rehabilitasi Jalan Pamanukan - Palimanan, PLTU Sulut Site Development. Selain itu ada juga dari proyek Jalan Tol Semarang Demak, Pembangunan Jalan Lintas Selatan Lot 6 dan Lot 7, Pembangunan Stadion Sport Center Banten, Pembangunan Jalan Tol Indrapura Kisaran, Tol Cinere Jagorawi Seksi 3, Bendungan Leuwikeris, Site Development PLTU Timor, Bendungan Manikin dan Bandara Sentani.


"Sedangkan untuk lini bisnis Jasa Pertambangan memberikan kontribusi sebesar 16%, meningkat dari tahun sebelumnya hanya sebesar 1%. Pendapatan dari lini Jasa Tambang tersebut berasal dari progress proyek Hauling Road Upgrading Weda Bay Nickel, Hauling Services Weda Bay Nickel serta Pekerjaan Jasa Tambang Nikel Morowali," ujar Rully dalam keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan HCM PP Presisi, Benny Pidakso mengatakan, pihaknya juga membukukan bagian laba joint venture proyek pembangunan Bandara Dhoho, Kediri.

"Yang mana entitas anak kami, LMA menjadi kontraktor utama sekaligus merupakan lead of consortium sebesar Rp 79,7 miliar, meningkat sebesar 55,1% dari sebelumnya Rp 51,4 miliar," tuturnya. 

Seiring dengan peningkatan pendapatan dan juga kontribusi laba joint venture tersebut, EBITDA perseroan dibukukan meningkat menjadi Rp 936,9 miliar dari sebelumnya Rp 907,4 miliar. Adapun operating cash flow juga mengalami peningkatan, dengan nilai sebesar Rp 248,9 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 240,5 miliar.

Selain itu, total aset perseroan meningkat 3,9% dari Rp 6,77 triliun pada 31 Des 2020 menjadi Rp 7,03 triliun per 31 Desember 2021. Benny menambahkan, total debt PP Presisi juga mengalami peningkatan sebesar 10,2% dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,2 triliun, seiring dengan peningkatan kapasitas pendanaan perseroan untuk pembiayaan capex maupun modal kerja.

"Mayoritas digunakan untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek jasa tambang di mana 53% dari total kontrak baru tahun 2021 berasal dari jasa tambang yang membutuhkan dukungan ketersediaan alat berat dalam jumlah banyak," tuturnya.

Total ekuitas perseroan juga meningkat sebesar 13,1% dari Rp 2,84 triliun (31 Des 2020) menjadi Rp 2,98 triliun (31 Des 2021). Peningkatan, lanjut Benny, sebagai imbas dari adanya peningkatan EAT mencapai 23,2% yang juga memberikan kenaikan pada Laba Per Saham Dasar sebesar 31,24% dari sebelumnya Rp5,73 menjadi Rp7,52.

Seiring dengan kebijakan tersebut, sambungnya, maka beberapa rasio keuangan terutama untuk rasio leverage mengalami pergerakan, seperti debt service ratio bergerak dari 2,10 menjadi 1,94. "Ebitda to Interest dari 4,74 di 31 Desember 2020 menjadi 4,68 31 Desember 2021 dan DER Interest Bearing dari 0,69 di 31 Des 2020 menjadi 0,72 di 31 Des 2021," terang Benny lagi.

Meski begitu, pihaknya mengaku masih dapat menjaga rasio-rasio tersebut tetap dalam batasan covenant yang dipersyaratkan perbankan. ROA naik dari 1,7% menjadi 2,1% dan ROE juga meningkat dari 4,1% menjadi 4,9%.

Peningkatan kinerja operasional dan profitabilitas tentunya menjadi momentum bagi perseroan dalam memperbaiki kinerja dari imbas pandemi covid yang dialami pada tahun 2020.

"Peningkatan pada prospek jasa tambang baik dari sisi perolehan kontrak baru maupun pendapatan, tentunya kami harapkan dapat terus meningkat dan menjadi sumber recurring income yang dapat meningkatkan kinerja kami ke depannya dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan para stakeholders terhadap kemampuan kami untuk terus tumbuh berkelanjutan," tutup Benny.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fokus Garap Jasa Pertambangan, PPRE Tebar Dividen Rp 7,7 M


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading