'Battle' Dividen BTN, BRI, Mandiri, Siapa yang Paling Besar?

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 March 2022 17:00
Himpunan Bank Milik Negara atau HIMBARA, yang terdiri atas BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN, berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 72 Triliun sepanjang tahun 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar bank-bank pelat merah alias Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah melakukan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Bank-bank tersebut antara lain PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Tinggal PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang baru akan menggelar RUPST pada 15 Maret mendatang. 


Dalam RUPST yang telah digelar tersebut salah satunya telah ditetapkan pembagian dividen kepada para pemegang saham. Bank manakah dengan pembagian dividen paling besar? Berikut rinciannya:

1. Bank Tabungan Negara (BBTN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membagikan dividen tunai dengan total sebesar Rp 237,62 miliar kepada para pemegang saham atau 10% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 yang mencapai Rp 2,37 triliun.

Jumlah dividen tersebut setara Rp 22,438 per lembar saham. Hal itu diputuskan dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN hari ini, Rabu (2/3/2022).

"RUPST Bank BTN memutuskan penggunaan laba bersih tahun buku 2021 akan dipergunakan sebesar 10% dibagikan sebagai dividen dan sebesar 90% ditetapkan sebagai laba ditahan," ujar Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo usai gelaran RUPST Bank BTN di Jakarta, Rabu (2/3).

Seperti diketahui, BTN membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 2,37 triliun sepanjang tahun 2021. Perolehan laba bersih itu meningkat 48,29% dari periode yang sama di tahun 2020 senilai Rp 1,60 triliun.

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar 85% dari laba bersih atau tepatnya Rp 26,4 triliun yang akan dibagikan ke pemegang saham.

"Dividen yang akan dibagikan sekurangnya ekuivalen Rp 174,23 per lembar saham dan ini meningkat signifikan, meningkat 76,17% dibanding dividen per lembar saham di 2020 sebesar Rp 98,9 per lembar," ujar Direktur Utama BRI Sunarso usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (1/3/2022).

"Untuk dividen RI atas kepemilikan saham oleh pemerintah, sebesar 53,19% saham BRI kan dimiliki pemerintah maka proporsional kepemilikan itu dividen kepada pemegang saham negara sebesar Rp 14,045 triliun," ujarnya.

Kemudian bagian 15% dari laba yang tidak dibagikan dalam bentuk dividen atau Rp 4,66 triliun nanti digunakan sebagai saldo laba ditahan.

"Kenapa 85% dividend payout ratio kok besar sekali? 85% mempertimbangkan BRI memiliki struktur permodalan yang sangat kuat, kedua likuiditas sangat memadai," ujarnya.

3. Bank Mandiri (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan sekitar Rp 16,82 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham, atau sebanyak 60% dari laba bersih konsolidasi 2021.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Kamis (10/3/2022). Sedangkan, sebanyak 40% dari laba bersih konsolidasi tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan.

Dari nilai tersebut, dividen kepada Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sebesar 52% saham Bank Mandiri adalah sebesar Rp 8,75 triliun, yang akan disetorkan kepada Rekening Kas Umum Negara.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, besaran dividen tersebut sejalan dengan komitmen manajemen Bank Mandiri untuk dapat berkontribusi secara optimal kepada negara serta keinginan untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, antara lain dengan melanjutkan transformasi digital pada produk dan layanan keuangan perseroan agar semakin andal dan terpercaya.

"Keputusan ini juga mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (10/3/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mulai Pulih, Restrukturisasi Kredit Bank Mandiri Sisa Rp 90 T


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading