Sinyal Baik untuk IHSG, Bursa Asia Pagi Ini di Zona Hijau

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
10 March 2022 08:44
A woman walks by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Tuesday, Dec. 3, 2019. Asian shares slipped Tuesday, following a drop on Wall Street amid pessimism over U.S.-China trade tensions. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik dibuka cerah bergairah pada perdagangan Kamis (10/3/2022), di tengah koreksinya harga minyak mentah acuan dunia karena investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah harganya melesat ke level tertinggi barunya.

Indeks Nikkei Jepang dibuka melonjak 1,59%, Hang Seng Hong Kong terbang 2,11%, Shanghai Composite China melompat 1,9%, Straits Times Singapura melesat 1,28%, ASX 200 Australia menguat 0,66%, dan KOSPI Korea Selatan terdongkrak 2,05%.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung cerah pada hari ini mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang mulai bangkit dari zona koreksi pada penutupan perdagangan Rabu kemarin waktu setempat. Bahkan, Wall Street berhasil ditutup berterbangan.


Indeks Dow Jones ditutup melesat hingga 2% ke level 33.286,25, S&P 500 melompat 2,57% ke posisi 4.277,87, dan Nasdaq Composite terbang 3,59% menjadi 13.255,55.

Salah satu katalis positif cerahnya Wall Street adalah penurunan harga minyak mentah. Si emas hitam sudah menguat lebih dari 50% sepanjang tahun ini. Namun semalam harga ambrol lebih dari 10% untuk dua jenis minyak yang menjadi acuan global yakni Brent dan West Texas Intermediate (WTI).

Saat harga minyak mentah menguat, maka saham-saham di sektor migas juga ikut mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan menjadi primadona sepanjang tahun ini.

Faktor yang memicu kenaikan harga minyak di sepanjang 2022 masih seputar konflik antara Rusia dengan Ukraina. Keduanya merupakan eksportir energi yang memasok minyak dan gas ke Eropa terutama.

Presiden AS, Joe Biden yang memutuskan untuk memberikan sanksi terhadap ekonomi Rusia karena menginvasi Ukraina membuat harga minyak mentah dunia sempat melesat hingga mencetak rekor terbarunya dalam beberapa hari terakhir.

Namun, karena harganya sudah dinilai cukup tinggi, maka investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) dan membuat harga minyak berbalik terkoreksi.

Per Rabu hari ini pukul 07:24 WIB, harga minyak jenis brent ambles 13,16% ke level US$ 111,14 per barel. Ini adalah koreksi harian terdalam sejak April 2020.

Sedangkan minyak mentah jenis light sweet atau WTI harganya berada di US$ 108,7 per barel. Ambles 12,31%.

Di sisi lain sentimen positif juga datang dari rilis data ketenagakerjaan AS. Data JOLT job openings dilaporkan mengalami kenaikan dan mencapai angka 11,26 juta, jauh lebih baik dari perkiraan pasar yang memproyeksikan hanya sebesar 10,93 juta.

Di saat pasar saham AS mengalami reli, harga obligasi pemerintah AS justru melemah. Hal ini tercermin dari kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10 tahun yang naik 5 basis poin (bp) menjadi 1,93% pada perdagangan kemarin.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Asia Dibuka Merah, Nikkei-Hang Seng Ambles 1% Lebih


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading