Cek Dulu Arah Gerak IHSG Sebelum Cari Cuan Hari Ini

Market - Putra, CNBC Indonesia
09 March 2022 06:25
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan pelemahan 0,80% di level 6.814 pada perdagangan kemarin, Selasa (8/3/2022).

IHSG sempat menguat cukup tinggi di awal-awal perdagangan. Namun apresiasi terus terpangkas hingga akhirnya indeks acuan saham nasional tersebut terkapar di zona merah mengikuti bursa saham Asia.

Indeks Shanghai Composite terpantau anjlok 2,35%. Sedangkan indeks saham lain drop lebih dari 1%. Meski terkoreksi dalam, kinerja IHSG masih lebih baik.


Meski kondisi sedang tidak kondusif, asing tetap getol membeli saham-saham dalam negeri. Hal ini tercermin dari net buy asing di seluruh pasar yang mencapai Rp 607 miliar.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) juga melaporkan adanya kenaikan cadangan devisa senilai US$ 100 juta di bulan Februari 2022. Banjir dana asing ke RI ternyata tak begitu banyak mengangkat cadangan devisa.

BI menuturkan bahwa kenaikan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Untuk perdagangan hari ini beberapa sentimen yang patut dicermati antara lain terkoreksinua saham-saham Wall Street dini hari tadi. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Composite semua kompak terkoreksi

Setelah Ukraina, Rusia dikabarkan berpotensi menyerang negara lain. Mengutip CNBC International, beberapa negara seperti Lithuania, Latvia, dan Estonia disebut-sebut dapat menjadi tujuan selanjutnya setelah Ukraina.

Negara-negara ini diketahui merupakan tetangga Rusia yang merupakan anggota Uni Eropa (UE) dan juga Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Adapun, aliansi ini merupakan rival dari pihak Moskow.

Sebelumnya narasi ini sempat disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dalam permintaan bantuan kepada aliansi itu, ia menyebut bahwa negara-negara NATO lainnya bisa jadi target Kremlin selanjutnya.

Setelah kemarin drop cukup dalam, bakal seperti apa perdagangan saham dan pergerakan indeks hari ini? Berikut ulasan teknikalnya. 

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan kemarin dan indikator BB, IHSG tampak sudah tembus ke bawah level supportnya di 6.849.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak turun yang menunjukkan penguatan momentum jual. Namun RSI masih berada di level 50,26 dan belum menunjukkan adanya indikasi jenuh beli.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), tampak garis EMA 12 sudah memotong garis EMA 26 dan bar histogram di wilayah negatif.

Jika melihat indikator teknikal maka IHSG rawan kena koreksi. Untuk perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di level 6.750 - 6.849.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gagal Maning Pecah Rekor, IHSG Bisa Lanjut Longsor Sesi 2


(trp/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading