Siaga Satu! Wall Street Kayaknya Mau Jebol...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
28 February 2022 18:15
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) sepertinya bakal ambrol pada perdagangan hari ini. Wall Street kemungkinan akan mengikuti jejak bursa Eropa.

Pada Selasa (28/2/2022) pukul 17:58 WIB, berikut perkembangan pasar futures tiga indeks utama di bursa saham New York:


Wall Street sepertinya akan mengekor kejatuhan bursa saham Eropa. Pada pukul 17:46 WIB, indeks FTSE 100 (Inggris) anjlok 1,24%, DAX 40 (Jerman) ambles 2,58%, CAC 40 (Prancis) minus 2,98%, FTSE MIB (Italia) ambrol 2,89%, dan IBEX 35 (Spanyol) terpangkas 1,64%.

Ketegangan Rusia-Ukraina masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Investor merespons negatif langkah negara-negara Barat (plus Jepang dan Korea Selatan) yang mendepak Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT. Artinya, akses Rusia terhadap pasar keuangan internasional praktis tertutup.

Rusia masih melancarkan agresi di Ukraina. Terbaru, pasukan Rusia dikabarkan berhasil menguasai dua kota di wilayah Tenggara Ukraina yaitu Berdyansk dan Enerhodar.

Ledakan demi ledakan pun terus terjadi di dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv. Mengutip Reuters, seorang pejabat di Kementeria Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut Rusia sudah menembakkan lebih dari 350 misil ke wilayah Ukraina. Akibatnya, hampir 400.000 rakyat Ukraina, mayoritas perempuan dan anak-anak, sudah pergi ke sejumlah negara tetangga.

"Kita masih menjalani pekan yang sangat negatif. Menurut saya, belum ada emiten yang bisa menggerakkan pasar, karena kita sedang bicara soal stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Belum lagi ada ancaman perang nuklir," sebut Kyle Rodda, Analis di IG Australia, seperti dikutip dari Reuters.

Saat ini, investor sedang memilih aset aman dan meninggalkan aset berisiko seperti saham. Di sisi valuta asing, mata uang berstatus safe haven menguat. Di hadapan dolar AS, yen Jepang menguat 0,02% pada pukul 17:55 WIB. Sedangkan franc Swiss terapresiasi 0,45%.

Di pasar komoditas, harga emas terus menanjak. Pada pukul 17:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot melesat nyaris 1% ke US$ 1.907,21/troy ons. Dalam sebulan terakhir, harga sang logam mulia naik lebih dari 6%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Wall Street Dibuka Berayun ke Zona Merah


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading