Pengelolaan Aset Bank Mega Cakep, Ini Buktinya!

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
25 February 2022 10:47
Kostaman Thayib (Tangkapan layar CNBC IndonesiaTV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kualitas aset yang dimilik PT Bank Mega Tbk (MEGA) terhitung sebagai salah satu yang paling bagus di industri perbankan Indonesia. Hal ini terlihat dari tingginya angka Return on Aset (ROA) Bank Mega sepanjang 2021.

Berdasarkan data laporan kinerja Bank Mega 2021, Nilai aset perusahaan sepanjang tahun lalu tumbuh 18% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp133 triliun. Pertumbuhan ini di atas kenaikan aset industri perbankan nasional yaitu 10% YoY.

Pada saat yang sama, laba bersih Bank Mega tumbuh 33% YoY menjadi Rp4,01 triliun. Apabila dihitung, nilai ROA Bank Mega pada 2021 mencapai 4,22% atau lebih tinggi dibanding ROA industri per November yaitu 1,91%.


"Tingginya proft after tax Bank Mega terlihat dari rasio ROA. Kalau kita lihat di sini aset Bank Mega konsisten naik di 2021, tumbuh 18% jauh di atas pertumbuhan aset perbankan yang pada November (2021) tumbuh 10%," ujar Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib dalam tayangan langsung CNBC Indonesia TV, Jumat (25/2/2022).

Besarnya nilai ROA Bank Mega menunjukkan efektifitas perusahaan memanfaatkan asetnya untuk menciptakan laba. Hal ini juga membuktikan bahwa, meski memiliki aset yang terhitung kecil dibanding beberapa bank lain, tapi Bank Mega cukup produktif dan efisien dalam menjalankan roda usaha sehingga bisa memaksimalkan sumber dayanya.

"Rasio ROA ini tentu seiring dengan pertumbuhan laba Bank Mega. Kalau kita lihat ROA Bank Mega meningkat terus. Di tahun 2013-2014, ROA Bank Mega di kisaran 1%, pada saat ini tahun 2021 kita lihat ROA Bank Mega meningkat di posisi 4,22%. Tingginya ROA Bank Mega menunjukkan keberhasilan mencetak laba dibandingkan dengan pengelolaan asetnya," sambung Kostaman. 

Sebagai perbandingan, sepanjang 2021 bank dengan aset terbesar di Indonesia adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai Rp1.725,6 triliun. ROA Bank Mandiri pada 2021 mencapai 2,53%.

Kemudian, bank beraset terbesar kedua di Indonesia per 2021 adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Aset BRI sepanjang tahun lalu mencapai Rp1.678 triliun, dan ROA perseroan secara individu yaitu 2,72%.

Pada saat yang sama, ROA yang dimiliki PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencapai 1,4% secara individu. Aset BNI sepanjang 2021 berjumlah Rp964,83 triliun.

Terakhir, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sepanjang 2021 nilai asetnya mencapai Rp1.228 triliun. Rasio ROA Bank BCA pada periode yang sama yaitu 3,4% secara individu.

Dibandingkan bank-bank beraset terbesar di atas, ROA Bank Mega terhitung lebih tinggi. Keberhasilan Bank Mega meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan aset tak lepas dari suksesnya langkah perusahaan menjaga rasio Non Performing Loan (NPL) sepanjang 2021.

Kostaman menyebut, tahun lalu, NPL gross Bank Mega terjaga di angka 1,12%. Angka ini jauh di bawah rasio NPL gross industri yang hingga akhir 2021 mencapai 3%.

Tingkat NPL Bank Mega yang berada di bawah rerata industri sebenarnya telah terjadi sejak 5 tahun terakhir. Rasio NPL gross Bank Mega terakhir kali berada di atas rata-rata industri pada 2016, yaitu mencapai 3,44%.

Setelah itu, tren penurunan NPL gross hampir setiap tahun dialami Bank Mega. Puncaknya, sepanjang 2021 Bank Mega berhasil meraih rasio NPL gross terkecil dalam kurun 9 tahun terakhir.

NPL gross yang terjaga menandakan baiknya kualitas pembiayaan atau kredit yang disalurkan perusahaan kepada debitur. Ini juga menandakan tingginya tingkat pembayaran kembali pinjaman yang diberikan Bank Mega kepada debitur, sehingga berdampak pada tumbuhnya pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ciamik! Cetak Rp 4,01 T, Laba Bank Mega Nomor 5 Se-Indonesia


(bul/bul)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading