Perang Dunia Pecah, Asing Ramai-Ramai Borong Saham Migas!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 February 2022 12:23
Kilang minyak Kuwait (Tangkapan layar KNPC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,63%, saham-saham emiten minyak & gas (migas) melesat pada penutupan sesi I Kamis (24/2/2022). Asing pun tercatat beramai-ramai masuk ke saham tersebut.

Ini terjadi seiring harga minyak dunia melonjak menembus US$ 100/barel serta melesatnya harga gas alam jelang siang hari ini setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan operasi militer di Ukraina.

Berikut saham-saham migas yang melejit siang ini, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI).


  1. Medco Energi Internasional (MEDC), naik +9,82%, ke Rp 615/unit. Nilai transaksi Rp 117 M

  2. Elnusa (ELSA), naik +7,53%, ke Rp 314/unit. Nilai transaksi Rp 95 M

  3. Energi Mega Persada (ENRG), naik +2,35%, ke Rp 174/unit. Nilai transaksi Rp 37 M

  4. AKR Corporindo (AKRA), naik +2,03%, ke Rp 755/unit. Nilai transaksi Rp 31 M

  5. Radiant Utama Interinsco (RUIS), naik +0,97%, ke Rp 208/unit. Nilai transaksi Rp 6 juta

Saham emiten milik Keluarga Panigoro, MEDC, melesat 9,82%, di tengah aksi borong asing Rp 8,59 miliar. Dalam sepekan, saham ini naik 6,96%.

Kedua, saham emiten yang 51% sahamnya dikuasai PT Pertamina Hulu Energi, ELSA, juga melonjak 7,53%. Seperti, saham MEDC, asing melakukan beli bersih Rp 2,36 miliar.

Tidak ketinggalan, saham Grup Bakrie, ENRG, dan AKRA juga diborong asing dengan nilai masing-masing Rp 4,36 miliar dan Rp 9,83 miliar. Harga saham keduanya juga naik 2,35% dan 2,03%.

Diwartakan CNBC Indonesia sebelumnya, jelang siang ini, Harga minyak brent melesat 2,85% menjadi US$ 100,07/barel. Sementara jenis light Sweet WTI melompat 3,01% menjadi US$ 94,9/barel.

Sementara, pukul 11.41 WIB harga gas alam acuan Henry Hub tercatat US$ 4,77/MMBtu, melonjak 3,22%.

Sejak damai batal hingga saat ini perang meletus saat ini, harga gas alam dunia telang melambung 21% point-to-point (ptp).

Ledakan dilaporkan terjadi di ibu kota Ukraina Kyiv, Kamis (24/2/2022) waktu setempat. Dua media yakni CNBC International dan CNN International melaporkan ini.

Tim CNN di Kharkiv, bahkan melaporkan mendengar "aliran ledakan keras yang terus-menerus". Ini adalah kota terbesar kedua di Ukraina yang terletak di timur laut negara itu.

Ini terjadi beberapa menit setelah pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengumumkan operasi militer di Ukraina demi membela separatis di timur negeri itu. Putin sendiri mengakui kedua wilayah itu merdeka dari Ukraina Senin.

"Saya telah membuat keputusan operasi militer," kata Putin dalam pernyataan mengejutkan di televisi sesaat sebelum pukul 6.00 pagi waktu setempat.

Sebelumnya, AS sudah memberi peringatan. Rusia disebut sudah final akan menyerang Ukraina secara penuh dalam hitungan jam.

"Semua yang telah kami lihat selama 24 hingga 48 jam terakhir membuat Rusia memberikan sentuhan akhir untuk menempatkan pasukannya di seluruh Ukraina," ujar Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Rabu waktu setempat.

Ukraina kini memberlakukan status darurat nasional, Rabu (23/2/2022) malam waktu setempat. Ini dikeluarkan parlemen sebagai tanggapan ancaman invasi Rusia, yang disebut Barat sudah dimulai.

Ukraina sendiri kemarin mengeluarkan peringatan ke warga untuk segera meninggalkan Rusia. Sementara Moskow mengevakuasi kedutaan besarnya di Kyiv.

Pelaku pasar khawatir perang yang terjadi bisa membuat krisis pasokan minyak mentah dunia.

Negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut menempati peringkat ke-empat eksportir terbesar di dunia dengan pangsa pasar 11,4% terhadap total pasokan dunia.

Rata-rata telah ekspor Rusia 8 juta barel per hari (bph) selama sepuluh tahun terakhir, mengutip data BP Statistic.

Selain itu, kejadian tersebut juga menambah kekhawatiran para pelaku pasar terhadap pasokan gas dunia.

Terutama di Eropa, yang bergantung pada gas alam Rusia. Sepanjang lima tahun terakhir, 33% produk energi di Eropa diimpor dari negara beruang merah. Sehingga jika pasokan terkikis bukan tidak mungkin krisis energi bisa menghantam.

Menurut BP Statistics Review, seperempat atau 25,3% pangsa pasar ekspor gas alam dunia dimiliki oleh Rusia. Sehingga kekuatan Rusia sangat besar untuk menggerakkan harga gas alam

Selain itu, Rusia adalah produsen gas alam terbesar kedua di dunia dengan kontribusi mencapai 16,6% produksi gas alam pada tahun 2020.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Arah Harga Komoditas Ditengah Konflik Rusia-Ukraina


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading