Ledakan di Ukraina Bikin Minyak Terbang Nyaris US$ 100/barel

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
24 February 2022 10:48
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia melonjak 3% dan sempat menyentuh US$ 100/barel pada jelang siang hari ini setelah Rusia mengumumkan akan mengirim pasukannya di Ukraina.

Harga minyak brent melesat 2,65% menjadi US$ 99,41/barel. Sementara jenis light Sweet WTI melompat 3,28% menjadi US$ 95,1/barel.

Ledakan dilaporkan terjadi di ibu kota Ukraina Kyiv, Kamis (24/2/2022) waktu setempat. Dua media yakni CNBC International dan CNN International melaporkan ini.


Tim CNN di Kharkiv, bahkan melaporkan mendengar "aliran ledakan keras yang terus-menerus". Ini adalah kota terbesar kedua di Ukraina yang terletak di timur laut negara itu.

Ini terjadi beberapa menit setelah pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengumumkan operasi militer di Ukraina demi membela separatis di timur negeri itu. Putin sendiri mengakui kedua wilayah itu merdeka dari Ukraina Senin.

"Saya telah membuat keputusan operasi militer," kata Putin dalam pernyataan mengejutkan di televisi sesaat sebelum pukul 6.00 pagi waktu setempat.

Sebelumnya, AS sudah memberi peringatan. Rusia disebut sudah final akan menyerang Ukraina secara penuh dalam hitungan jam.

"Semua yang telah kami lihat selama 24 hingga 48 jam terakhir membuat Rusia memberikan sentuhan akhir untuk menempatkan pasukannya di seluruh Ukraina," ujar Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Rabu waktu setempat.

Ukraina kini memberlakukan status darurat nasional, Rabu (23/2/2022) malam waktu setempat. Ini dikeluarkan parlemen sebagai tanggapan ancaman invasi Rusia, yang disebut Barat sudah dimulai.

Ukraina sendiri kemarin mengeluarkan peringatan ke warga untuk segera meninggalkan Rusia. Sementara Moskow mengevakuasi kedutaan besarnya di Kyiv.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tekan Biaya Energi, AS Lepas Cadangan Minyak Strategis


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading