BMRI Dukung Pemerintah Tarik Investasi Lewat MIF 2022

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
09 February 2022 15:20
Mandiri Investment Forum 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mendukung penuh upaya pemerintah menarik investasi dari dalam dan luar negeri ke sektor-sektor berkelanjutan dan digital, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan pembiayaan dan pembangunan di Indonesia. Dukungan diberikan Bank Mandiri Group melalui pelaksanaan acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2022 bertajuk 'Recapturing the Growth Momentum'.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan perusahaan berkomitmen memberi dukungan agar Indonesia menjadi destinasi investasi para pemilik modal dan korporasi pengelola aset. Melalui Mandiri Investment Forum, Bank Mandiri Group berharap calon investor bisa mendapat informasi terkini mengenai peluang investasi di Indonesia.

"Lewat forum ini, Bank Mandiri Group berkomitmen memberi kontribusi dalam menangkap momentum pertumbuhan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2/2022).


Mandiri Investment Forum 2022 digelar atas kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang didukung Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ini adalah kali ke-11 MIF diselenggarakan Bank Mandiri Group.

Darmawan mengatakan MIF adalah kesempatan yang tepat untuk mempromosikan bisnis di Indonesia. Alasannya, investor dapat berkomunikasi langsung dengan para pengambil keputusan, baik di pemerintahan maupun korporasi kategori layak investasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan harapan agar MIF 2022 menunjukkan potensi dan peluang bisnis di Indonesia untuk ditawarkan kepada para investor dari 40 negara yang hadir. Menurut Jokowi, 2022 akan menjadi momentum pemulihan ekonomi, setelah keberhasilan Indonesia mengendalikan pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir dengan berbagai respon kebijakan.

Hal ini ditunjukkan oleh beberapa indikator perbaikan ekonomi hingga akhir 2021, seperti melesatnya pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2021 sebesar 5,02% yoy, lalu pertumbuhan investasi 9% yoy menjadi Rp 901 triliun pada Desember 2021, serta indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia di level 53,7 pada Januari 2022 atau berada di level ekspansif.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keyakinannya bahwa 2022 akan menjadi tahun di mana ruang pertumbuhan ekonomi semakin terbuka. Hal ini sesuai dengan langkah-langkah fiskal pada 2020 dan 2021 yang diperkuat untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional telah dialokasikan untuk kesehatan, bantuan sosial, dukungan korporasi dan UMKM, serta berbagai program prioritas. Sri Mulyani berkata, kebijakan fiskal di 2022 akan terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan juga sosial yang bertujuan untuk mewujudkan APBN sehat dengan memperkuat reformasi struktural.

Kebijakan fiskal 2022 lanjutnya bertujuan untuk memberikan landasan yang kokoh bagi perekonomian, antara lain melalui defisit yang adaptif pada pemulihan ekonomi yang berkelanjutan serta menghadapi ketidakpastian global.

"Kementerian Keuangan tetap antisipatif, responsif dan fleksibel dalam menanggapi ketidakpastian dengan tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian," kata Sri Mulyani.

Demi mencapai tujuan tersebut, APBN 2022 akan fokus pada enam sasaran utama yaitu melanjutkan upaya mitigasi ketidakpastian pandemi, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial, memperkuat agenda pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan adaptasi teknologi, memperkuat desentralisasi fiskal, melanjutkan reformasi anggaran termasuk reformasi perpajakan.

Selain membahas mengenai investasi dan pertumbuhan ekonomi, topik seputar digitalisasi ekonomi yang semakin masif juga menjadi poin pembahasan utama MIF 2022. Selain melalui MIF 2022, komitmen Bank Mandiri membangun iklim investasi yang kondusif telah dibuktikan dari kehadiran kantor-kantor luar negeri (KLN) perseroan di beberapa negara. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, saat ini kantor luar negeri Bank Mandiri bisa ditemui di Shanghai (Tiongkok), Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), London (UK), Cayman Island dan Dili (Timor Leste).

"Tak hanya memfasilitasi kepentingan korporasi Indonesia di luar negeri, kehadiran KLN Bank Mandiri juga berperan menjembatani kebutuhan korporasi global yang telah ataupun akan berbisnis di Indonesia, misalnya melalui jasa advisory atau fasilitator perdagangan," kata Panji.

Salah satunya melalui pengembangan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, yang dapat memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial dan transaksi nasabah korporasi bahkan UMKM secara lebih efisien, praktis dan aman. Hasilnya, sampai akhir 2021 lalu platform digital Kopra by Mandiri mencatatkan transaksi wholesale channel sebesar Rp 13.500 triliun dan mampu melayani transaksi trade finance sebesar Rp 553 triliun serta bank guarantee mencapai Rp 94,3 triliun.

Panji menambahkan, forum investasi terbesar di Indonesia kali ini membahas beragam topik untuk merespon tantangan global, seperti normalisasi kebijakan dan potensi kenaikan suku bunga global sebagai respon tingginya inflasi akibat dampak dari permasalahan rantai pasok, serta kenaikan harga-harga komoditas.

Merespons berbagai tantangan global tersebut, lanjut Panji berbagai strategi dan kebijakan akan ditempuh oleh otoritas kebijakan, dalam upaya menyeimbangkan antara stabilitas ekonomi dan mendorong pemercepatan pemulihan.

"Kebijakan reformasi struktural juga akan berlanjut dengan fokus pada percepatan transformasi digital serta perekonomian berbasis ESG (environmental, social and governance) dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Topik-topik ini akan dibahas secara detil pada MIF 2022," ungkapnya.

Bank Mandiri melalui Mandiri Sekuritas juga telah menunjukkan peran signifikan dalam menarik investasi melalui promosi berbagai peluang investasi. Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menjelaskan, melalui MIF 2022 pihaknya mendukung Bank Mandiri menghadirkan kesempatan berinvestasi bagi para investor dalam dan luar negeri melalui rangkaian acara Thematic Day dan Corporate Day.

Saat ini, Mandiri Sekuritas memiliki hubungan yang baik dengan investors dan para pengelola aset regional dan global yang berbasis di pusat-pusat finansial dunia. "Rangkaian kegiatan MIF 2022 memberikan akses eksklusif kepada para investor untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai peluang investasi di Indonesia, mulai dari sisi makro, peluang investasi digital pada strartup unicorn lokal, perbankan, serta berbagai sektor industri lainnya," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Naik 37,1%, Laba Bank Mandiri Q3-2021 Capai Rp 19,2 Triliun


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading