Saham Perkebunan 'Ngegas' Terus, Valuasi Jadi Mahal?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
08 February 2022 12:25
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengawali 2022 dengan tren positif. Ini terjadi seiring harga CPO di Bursa Malaysia berhasil menguat dua digit sejak awal tahun (ytd).

Lantas, saham CPO apa saja yang punya kinerja oke dan bagaimana dengan valuasi sahamnya?

Sebagai informasi, untuk mengecek valuasi, Tim Riset CNBC Indonesia menggunakan Price Earning Ratio (PER) yang biasa digunakan sebagai analisis fundamental untuk menilai saham suatu emiten, wajar, murah, atau kemahalan (overpriced).


PER merupakan metode valuasi yang membandingkan laba bersih per saham dengan harga pasarnya.

Semakin rendah PER, maka biasanya perusahaan juga akan dianggap semakin murah. Untuk PER biasanya secara rule of thumb akan dianggap murah apabila rasio ini berada di bawah angka 10 kali.

Berikut ini daftar kinerja harian dan ytd 15 saham CPO utama.

Kinerja dan Valuasi 15 Saham CPO per Ytd

Kode Saham

Harga (Rp)

% Hari Ini

% Ytd

PER (x)

GZCO

82

23.88

17.39

-9.54

DSNG

600

4.35

18

11.28

BWPT

74

4.23

-1.35

-1.01

CSRA

585

2.63

15

4.99

TAPG

710

2.16

18.03

15.03

UNSP

116

1.75

6.42

-4.87

PALM

720

1.41

-17.24

18.39

AALI

9975

1.27

5.26

9.83

LSIP

1290

0.78

8.86

8.81

TBLA

785

0.64

-1.26

5.71

SSMS

985

0.51

1.55

6.85

SGRO

2020

0.5

1.25

5.62

SIMP

462

0.43

1.32

9.73

JAWA

246

0.00

-8.89

-6.23

SMAR

4400

-1.35

0.92

5.28

Sumber: BEI | Harga terakhir, Selasa (8/2), per 09.37 WIB

Apabila mengacu pada di atas, pada hari ini, per pukul 09.37 WIB, 13 dari 15 saham yang diamati sukses melesat. Bahkan, saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) melambung 23,88%.

Sementara, secara ytd, 11 saham sukses terkerek naik, dengan saham emiten milik TP Rachmat PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memimpin kenaikan 18,03%.

Menariknya, kendati harga saham GZCO melesat sejak awal tahun, angka PER tercatat negatif 9,54 kali.

Angka PER negatif mengindikasikan emiten dari saham tersebut mengalami rugi bersih.

Sebagai informasi, terakhir kali Gozco mencatatkan laba bersih tahunan (full year) adalah sekitar 7 tahun silam atau pada 2014.

Teranyar, berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2021, Gozco berhasil memperkecil rugi bersih menjadi Rp 38,21 miliar, dari rugi bersih periode yang sama sebelumnya Rp 163,08 miliar.

Penjualan dan pendapatan usaha perusahaan tercatat tumbuh 142,25% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 189,71 miliar pada akhir September 2020 menjadi Rp 459,59 miliar pada 30 September 2021.

Selain saham GZCO, ada 3 saham lainnya dengan PER minus. Salah satunya, emiten perkebunan sawit milik BUMN Malaysia, Felda, dan Grup Rajawali PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang minus 1,01 kali.

Sementara, PER di atas 10 kali (rule of thumb) dimiliki oleh saham TAPG, PT Provident Agro Tbk (PALM) dan emiten TP Rachmat lainnya Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), masing-masing 15,03 kali, 18,39 kali, dan 11,28 kali.

Selain ketiga emiten tersebut, 8 emiten lainnya denga PER positif berada di bawah rule of thumb.

Harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia sendiri masih mengalami aksi ambil untung dalam dua hari terakhir. Pagi ini, per 10.28 WIB, harga CPO berada di MYR 5.462/ton, atau turun 1,34% dibandingkan kemarin.

Sementara, Senin kemarin, harga CPO melorot 1,44%. Namun, secara ytd, harga minyak sawit mentah sudah melesat 16,29%.

Riset dari Fitch Solutions Country Risk & Industry memprediksikan adanya kenaikan produksi minyak sawit Malaysia periode 2021/2022 sebanyak 7,3% dengan asumsi perbatasan Malaysia dikontrol lebih longgar.

Pada Oktober 2021, pemerintah Malaysia mengumumkan kebijakan untuk membuka kembali pintu untuk buruh migran untuk kembali bekerja di Malaysia. Namun, kebijakan ini sepertinya akan memakan waktu untuk diwujudkan sebab para buruh membutuhkan bukti udah vaksin dan ijin untuk masuk Malaysia. Pemerintah juga akan membatasi kuota buruh.

Kemarin, harga CPO sempat turun dari rekor tertinggi menjadi lebih rendah, menurut Reuters, hal tersebut terjadi karena ekspektasi stok minyak sawit dunia yang sedikit lebih tinggi di akhir Januari.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana telah mengumumkan kebijakan ekspor minyak sawit sebanyak 310.000-ton minyak sawit mentah dan 18.178 ton olein untuk enam perusahaan. Kebijakan ini berlaku selama enam bulan tapi para eksportir dapat meminta volume tambahan setelah memberikan bukti penjualan dalam negeri.

Pekan lalu, pemerintah Indonesia telah mewajibkan produsen minyak kelapa sawit menjual 20% dari output mereka ke konsumen dalam negeri dengan harga tetap. Apabila telah memenuhi syarat tersebut, eksportir dapat meminta surat ijin untuk ekspor.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hari Pertama 2022, Saham CPO Lari Berjamaah


(adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading