Gegara Harga Minyak, Exxon Cetak Laba Terbesar dalam 7 Tahun!

Market - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
03 February 2022 21:05
FILE PHOTO: An airplane comes in for a landing above an Exxon sign at a gas station in the Chicago suburb of Norridge, Illinois, U.S., October 27, 2016. REUTERS/Jim Young/File Photo                           GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Exxon Mobil Corp, 'raksasa' minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat, melaporkan keuntungan sebesar US$ 8,87 miliar atau sekitar Rp 126,8 triliun pada kuartal keempat 2021. Capaian ini merupakan terbesar dalam tujuh tahun terakhir karena melonjaknya harga energi dunia.

Perusahaan memangkas pengeluaran setelah permintaan bahan bakar minyak menurun dua tahun lalu. Namun setelah itu, pendapatan telah melampaui tingkat pra-pandemi, dibantu oleh kenaikan harga minyak, dengan patokan minyak global Brent juga berada di level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Exxon juga mengungkapkan perombakan bisnis untuk mempercepat pemotongan US$ 6 miliar untuk biaya operasional yang dimulai pada tahun lalu.


Pembenahan akan "memposisikan kami untuk memimpin arus kas dan pertumbuhan pendapatan, kinerja operasi, dan transisi energi," kata Chief Executive Exxon Darren Woods dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Kamis (03/02/2022).

Kelanjutan dari harga minyak yang tinggi akan "menyebabkan kami meningkatkan laju program pembelian kembali saham kami," kata Chief Financial Officer Kathryn Mikells.

Exxon memulai pembelian kembali saham pada bulan lalu setelah penangguhan yang lama, dengan janji untuk membeli US$ 10 miliar pada akhir tahun 2023.

"ExxonMobil menutup tahun yang penuh gejolak dengan hasil yang dapat digambarkan sebagai solid," Peter McNally, pemimpin sektor global di firma riset Third Bridge.

Exxon melaporkan laba yang disesuaikan sebesar US$ 2,05 per saham, 11 sen di atas perkiraan analis karena capaian laba diuntungkan dari melonjaknya harga minyak dan gas, volume yang lebih tinggi, dan penjualan aset. Pada kuartal yang sama 2020, Exxon membukukan laba yang disesuaikan sebesar 3 sen per saham.

Produksi minyak dan gas, bisnis terbesar Exxon, membukukan laba operasi US$ 6,1 miliar, tertinggi dalam dua tahun. Capaian ini diuntungkan oleh kenaikan harga minyak sebesar 80% dan kenaikan harga gas alam dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Sekarang perusahaan berencana untuk meningkatkan produksi di cekungan shale oil AS sebesar 25% tahun ini, di samping peningkatan serupa tahun lalu di Permian, di mana output mencapai 460.000 barel per hari (bph).

Sementara itu, bisnis kilang minyak Exxon membukukan laba operasi bersih pada kuartal keempat sebesar US$ 1,4 miliar, naik secara berurutan dan ayunan besar dari 2020 ketika hasilnya dirugikan oleh penurunan permintaan terkait pandemi.

Pendapatan operasi sektor kimia bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dari laba pada periode yang sama tahun lalu ketika bisnis dirugikan oleh pandemi. Exxon mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menggabungkan bisnis kilang dan bahan kimia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Melonjak, Begini Dampaknya ke Bisnis Elnusa


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading