Analisis Teknikal

IHSG Sesi 1 Ditutup Hampir Flat, Sesi 2 Bergerak Bisa Merah

Market - Putra, CNBC Indonesia
28 January 2022 12:38
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada sesi I perdagangan hari terakhir pekan ini, Jumat (28/1/2022).

Awalnya indeks dibuka menguat 0,11% di level 6.618,72 pada pembukaan. Indeks lanjut menguat bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 6.639,7 pada perdagangan intraday.

Namun seperti biasa setelah itu indeks melemah dan sempat menyentuh level terendahnya di 6.603,49. Hingga istirahat siang IHSG ditutup hampir flat di 6.610,34 atau melemah tipis 0,01%.


Data perdagangan mencatat ada 275 saham menguat, 248 saham melemah dan 143 saham stagnan. Nilai transaksi sebesar Rp 6 triliun. Asing net sell Rp 52 miliar di pasar reguler.

Siang ini bursa saham Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang memimpin penguatan dengan apresiasi 2,08% sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,9%.

Sebenarnya ada kabar yang cukup menggembirakan datang dari Barat. Produk Domestik Bruto (PDB) yang menjadi indikator perekonomian negara AS tercatat tumbuh 6,9% quarter-on-quarter (qoq) pada kuartal IV-2021.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 2,3% qoq dan jauh lebih tinggi dari perkiraan konsensus di 5,5% qoq.

Pertumbuhan ekonomi AS tersebut didasarkan pada pembacaan awal PDB dan masih mungkin direvisi baik ke atas maupun ke bawah.

Namun pertumbuhan ekonomi yang masih positif serta lebih tinggi dari perkiraan mengindikasikan bahwa ekonomi AS tetap kuat meski dilanda oleh gelombang varian Omicron yang menyebabkan kasus kembali melonjak tajam.

Hanya saja pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tak mampu mendorong harga sahamnya untuk melesat. Justru yang terjadi sebaliknya.

Indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 0,02% semalam. Sementara itu indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya ditutup di zona merah dengan koreksi masing-masing 0,54% dan 1,40%.

Untuk saat ini pasar masih terus wait and see menunggu perkembangan terbaru terkait kebijakan moneter The Fed.

Hal ini juga terlihat dari IHSG yang terus berada di level 6.500-6.700 dengan pergerakan asing yang juga minim. Setelah flat di sesi I, seperti apakah perdagangan sesi II nanti? Berikut ulasan teknikalnya.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Sejatinya sejak bulan November 2021 IHSG cenderung bergerak sideways di rentang level 6.600-6.700. Perlu katalis positif yang kuat untuk membuat IHSG keluar dari level mager-nya tersebut.

Apabila mengacu pada indikator teknikal dengan periode waktu per jam (hourly), indikator Bollinger Band (BB) yang mencerminkan batas bawah (support) dan batas atas (resistance), IHSG berada di rentang support dan resisten di 6.603-6.633.

Menggunakan indikator lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum, tampak bahwa belum ada momentum jual maupun beli yang terlalu kuat.

Sebagai informasi indikator RSI mengukur momentum jenuh beli (overbought) di level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di level 20-30. Saat ini RSI berada di 52,36 yang mengindikasikan area netral.

Kemudian jika menggunakan indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 berada di atas garis EMA 26 dengan pola melebar dan bar histogram di area positif. Namun bar cenderung menurun. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa peluang IHSG melemah masih terbuka.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wait And See Tapering The Fed, IHSG tinggalkan level 6.100


(trp/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading