Janji Amerika Tak Dipercaya! Harga Minyak Naik Deh...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
27 January 2022 06:40
FILE PHOTO: A maze of crude oil pipes and valves is pictured during a tour by the Department of Energy at the Strategic Petroleum Reserve in Freeport, Texas, U.S. June 9, 2016.  REUTERS/Richard Carson/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia melesat. Apakah yang mendongkrak harga si emas hitam?

Kemarin harga minyak jenis brent ditutup di US$ 89,71/barel. Naik 1,77% dari posisi hari sebelumnya. Pada perdagangan intraday, harga sempat menembus di atas US$ 90/barel, pertama sejak 2014.

Sementara yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 87,15/barel. Bertambah 1,81%.


Harga minyak terus bertahan di tren positif. Sejak akhir 2021 (year-to-date), harga brent dan light sweet masih-masing melonjak 15,34% dan 16,39%.

Ketegangan Rusia-Ukraina masih menjadi warna dominan yang mempengaruhi harga minyak. Rusia masih menyiagakan ratusan ribu pasukan di perbatasan Rusia, yang dikhawatirkan berujung kepada invasi.

Apabila gesekan ini benar-benar mengarah ke konfrontasi bersenjata alias perang (amit-amit jabang bayi), maka sangat mungkin mempengaruhi produksi dan distribusi minyak Rusia. Padahal Rusia adalah salah satu produsen dan eksportir minyak utama dunia. Kalau produksi dan distribusi terganggu, maka sudah pasti harga naik.

Anthony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), menjamin bahwa pasokan energi dunia tidak akan terhambat. Namun pelaku pasar tidak percaya begitu saja.

"Pasar grogi karena pasokan pasti akan terganggu. Risiko ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja," tegas Paul Sheldon, Chief Geopolitical Advisor and Analytics di S&P Global Platts, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Habis 'Lompat' 2,5%, Harga Minyak Kepleset


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading