Mau Rights Issue, CMNP Minta Restu Pemegang Saham 17 Februari

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
26 January 2022 15:27
Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Seksi 1 ruas Cileunyi - Pamulihan (Dok. Humas Jbar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol dan infrastruktur PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mengumumkan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rights issue yang akan dilaksanakan.

Pembahasan terkait rights issue tersebut merupakan mata acara satu-satunya yang akan dibahas oleh pemegang saham CMNP dalam RUPSLB pada 17 Februari 2022 pukul 10.00 WIB bertempat di Gedung Citra Marga Lantai 3, Jakarta Utara.

Dalam undangan yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), direksi perusahaan menyampaikan akan meminta "persetujuan atas rencana perseroan untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III."


"Sebanyak-banyaknya 2.232.846.365 saham akan diterbitkan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD)," tulis direksi CMNP, dikutip Rabu (26/1/2022). 

Perusahaan sampai saat ini belum menerbitkan prospektus atau informasi tambahan apa pun terkait pelaksanaan rights issue ini.

Sebelumnya, pada Oktober 2020 lalu CMNP telah melaksanakan PUT II dengan melepas 1,81 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 770 per saham. Ini berarti, CMNP meraup dana segar sebesar Rp 1,39 triliun.

Kala itu, CMNP menjelaskan dana segar dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk modal pembangunan jalan tol.

Jika CMNP menetapkan harga pelaksanaan di level serupa dengan PUT II lalu, maka perusahaan berpotensi memperoleh dana segar hingga Rp 1,72 triliun.

Angka ini bisa lebih besar apabila perusahaan memutuskan melego saham baru di harga pasar saat ini di level Rp 1.645 per saham. Dengan harga tersebut perusahaan berpotensi memperoleh dana segar hingga Rp 3,67 triliun.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/1) di pasar modal, saham CMNP tercatat bergerak di zona hijau, naik 1,23% ke level Rp 1.645 dengan kapitalisasi pasar Rp 8,94 triliun. Dalam sepekan saham ini terkoreksi 3,24% dan sejak awal tahun telah melemah 17,75%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas Ketinggalan, BRI Mau Tebar Saham Harga Miring!


(fsd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading