IHSG Ambles 1,3%, Saham ASLC sampai SMMT Jadi Buruan Investor

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 January 2022 15:47
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor. Namun, sejumlah saham tetap menjadi buruan ketika mayoritas saham lain memerah sejalan dengan penurunan IHSG.

IHSG sempat ke posisi terendah hari ini setelah terjun 1,97% di level 6.523,92. Namun, 20 menit jelang bubaran, pelemahan mereda hingga IHSG ditutup dengan penurunan 1,31% ke level 6.586,17, Selasa (25/1/2022).

Nilai transaksi bursa hari ini tercatat mencapai Rp 13 triliun. Kendati IHSG melemah, asing masuk ke bursa saham domestik dengan beli bersih (net buy) di pasar reguler mencapai Rp 36,7 miliar.


Saham emiten debutan yang bergerak di bisnis jual beli mobil milik pengusaha TP Rachmat, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), bersama sejumlah emiten lainnya sukses menjadi jawara dengan melesat dua digit di tengah longsornya IHSG.

Berikut 5 besar saham top gainers hari ini (25/1).

  1. Autopedia Sukses Lestari (ASLC), naik +25,00%, ke Rp 320/saham. Nilai transaksi Rp 290,2 M

  2. Mitra Investindo (MITI), +25,00%, ke Rp 300/saham. Nilai transaksi Rp 116,1 M

  3. Golden Eagle Energy (SMMT), +21,32%, ke Rp 478/saham. Nilai transaksi Rp 58,5 M

  4. RMK Energy (RMKE), +18,90%, ke Rp 390/saham. Nilai transaksi Rp 46,0 M

  5. MNC Kapital Indonesia (BCAP), +16,67%, ke Rp 84/saham. Nilai transaksi Rp 163,2 M

Menurut data di atas, saham ASLC memimpin kenaikan hari ini, dengan melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA) 25,00% pada hari pertama penawaran saham perdana (IPO) yang jatuh pada hari ini.

Perseroan melepas sebanyak 2.549.271.000 saham baru, atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan harga penawaran umum perdana saham Rp 256 setiap sahamnya.

Dalam IPO ini, anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) ini meraih dana sebesar Rp 652,61 miliar.

Rencananya, dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya sekitar 64,7183% akan digunakan untuk modal kerja sehubungan dengan usaha baru yang sudah mulai beroperasi sejak 3 Januari 2022, antara lain usaha jual beli kendaraan bekas baik online maupun offline.

Kemudian, sisanya 35,2817% untuk pelunasan seluruh pinjaman ke perusahaan induk, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).

Asal tahu saja, Ultimate Beneficiary Ownership (UBO) alias pemilik manfaat akhir ASLC adalah Theodore Permadi (TP) Rachmat melalui kepemilikan langsung sebesar 4,97% pada ASSA yang merupakan pemegang saham pengendali perseroan.

Selain ASLC, saham emiten pertambangan batu granit dan industri migas yang kini masuk bisnis pelayaran MITI juga menyentuh batas ARA 25,00% hari ini.

Hingga saat ini, informasi terakhir yang dilaporkan MITI adalah pada 19 Januari 2022, yakni soal perubahan kepala divisi internal audit.

Setali tiga uang, saham emiten batu bara Grup Rajawali SMMT juga melesat 21,32% ke posisi Rp 478/saham.

Dengan ini, dalam sepekan saham SMMT sudah melonjak tinggi 82,44% dan sejak awal tahun (ytd) telah terbang 136,63%.

Pada Jumat pekan lalu (21/1), manajemen SMMT menanggapi permintaan penjelasan dari bursa terkait volatilitas transaksi saham perseroan akhir-akhir ini.

Dalam penjelasannya, pihak SMMT mengatakan, perusahaan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Kemudian, tambah manajemen SMMT, sampai saat ini, tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik.

Selain itu, pihak SMMT juga menegaskan, perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, setidaknya dalam 3 bulan mendatang.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

TIFA-TOYS Top Gainers Sepekan & SOFA-TRUE Top Losers Sepekan


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading