Harga Sawit Makin Mahal, India Mau Cari yang Lain Saja...

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
21 January 2022 11:39
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali naik pada perdagangan hari ini, Jumat (21/1/2022), setelah berhasil naik 3 hari beruntun.

Pada hari ini, harga CPO dibanderol MYR 5.209/ton yang naik 0,42% dari penutupan perdagangan kemarin. Menurut analisis Reuters, kontrak sedang menguji level resistance di MYR 5.174/ton. Jika harga CPO menembus turun dari MYR 5.174/ton maka, masih ada peluang untuk bearish ke target harga MYR 5.024/ton.


CPO 21 Jan 2022Source: Reuters

Perusahaan surveyor kargo Societe Generale de Surveillance mengatakan bahwa ekspor minyak sawit asal Malaysia periode 1-20 Januari 2022 mengalami penurunan sebanyak 43,1% menjadi 626.029 ton dari 1.099.775 ton. Maklum saja, sebab Malaysia sedang diguyur hujan yang menghambat produksi minyak sawit dan juga proyeksi penurunan sumber daya manusia menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Pada saat yang bersamaan, Indonesia akan menerapkan kebijakan ekspor terbatas mulai 24 Januari. Mengacu kepada Reuters, India merespon isu tersebut dengan rencana untuk mengganti penggunaan minyak sawit ke minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari. India juga berencana akan memasok minyak sawit lebih banyak dari Malaysia.

Wajarnya, Indonesia memasok CPO sebanyak 60% ke India, sementara Malaysia hanya menyediakan 40% dari pasokan CPO mereka.

Kebijakan ekspor Indonesia bisa menjadi sentimen pendorong harga minyak sawit ke rekor MYR 5.228/ton. Tapi hal tersebut dapat dikendalikan jika India cepat merespon kebijakan tersebut dengan mengganti CPO dengan minyak lain untuk mengurangi permintaan di pasar.

Asal tahu saja, produsen terbesar minyak kedelai (soy oil) adalah Amerika Serikat. Wajarnya, pengiriman CPO ke India memakan waktu tiga hingga empat minggu setelah para produsen menandatangani kesepakatan kontrak, tetapi soy oil membutuhkan waktu dua bulan karena perjalanan yang lebih lama.

Govindbhai Patel, direktur pelaksana perusahaan perdagangan GG Patel & Nikhil Research Company, mengatakan bahwa jika India beralih penuh ke pasokan dari Malaysia, tetap tidak akan memenuhi kesenjangan stok CPO karena Indonesia adalah pemasok terbesar bagi mereka.

Ia juga memprediksikan bahwa pengiriman CPO ke India akan turun 500.000 ton pada Februari, sementara pasokan soy oil dan minyak bunga matahari bisa melonjak menjadi 600.000 ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Usai Cetak Rekor, Harga Sawit Bakal Landai


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading