Komoditas Lain Bergerak Variatif, Reli Harga CPO Terhenti

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 October 2021 10:41
Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada perdagangan Jumat (8/10/2021) bergerak menyamping, setelah kemarin lusa mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Di bursa komoditas Malaysia, harga CPO tercatat berada pada level RM 4.849 atau setara Rp 16,49 juta per ton pada perdagangan pagi hari ini (pukul 10:30 WIB). Angka ini tak berubah jika dibandingkan dengan posisi kemarin.


Pergerakan menyamping ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai kehabisan katalis untuk melanjutkan aksi buru kontrak berjangka (futures) komoditas yang menjadi andalan Indonesia dan Malaysia tersebut.

Pada Rabu, harga CPO menembus angka MYR 4.872/ton, yang merupakan level tertingginya sepanjang masa. Kenaikan terjadi di tengah lonjakan permintaan komoditas dasar seperti minyak, gas, hingga batu bara menyusul ekspektasi pemulihan ekonomi global.

Namun, aksi ambil untung mulai menerpa beberapa komoditas tersebut, sehingga pelaku pasar di bursa berjangka Malaysia pun cenderung memantau dan mencermati (wait and see) keadaan, dan menghentikan aksi beli kontrak futures sawit.

Menurut data Refinitiv, pada Kamis kemarin (7/10/2021) harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) anjlok 4,7% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 224,90/ton. Namun, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) hari ini justru melesat 1,3% ke US$ 79,29/barel.

Meski pergerakan hari ini masih cenderung flat, dalam sepekan terakhir harga CPO terhitung membukukan kenaikan sebesar 4,74%. Bahkan sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD), harga CPO masih terhitung melonjak 33,69%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading