Harga Minyak Cuma Kepeleset Kok, Tidak Sampai Ambruk

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 January 2022 07:14
Ilustrasi Pertamax Turbo (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan pagi hari ini. Maklum, harga si emas hitam sudah naik gila-gilaan.

Pada Jumat (21/1/2022) pukul 06:53 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 86,9/barel. Turun 0,07% dari hari sebelumnya.

Sedangkan yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 86,9/barel. Juga minus 0,07%.


Sepertinya aksi ambil untung (profit taking) sedang mendera harga minyak. Wajar saja, karena keuntungan yang bisa didapat memang tidak kecil.

Sejak akhir 2021 (year-to-date), harga minyak jenis brent dan light sweet melesat 12,09% dan 12,21% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga naik 17,87% dan 18,66%. Harga komoditas ini sepat menyentuh titik tertinggi sejak 2014.

Keuntungan yang lumayan tinggi itu tentu akan membuat pemilik modal tergiur. Saat investor ramai-ramai mencairkan cuan, maka harga minyak akan turun.

Namun aksi profit taking tersebut tidak sampai membuat harga minyak terjungkal, hanya terpeleset. Ini menandakan investor masih percaya dengan masa depan harga minyak.

Permintaan minyak diperkirakan tetap tinggi seiring pelonggaran pembatasan sosial (social distancing). International Energy Agency memperkirakan permintaan akan naik 200.000 barel/hari tahun ini.

"Kita perlu lebih banyak bensin pada musim panas nanti. Itu yang membuat harga minyak tetap bertahan di level tinggi," kata Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Pagi-pagi Harga Minyak Sudah Naik 1% Lebih, Ada Apa Gerangan?


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading