Ultimatum Jokowi: Tak Mau Lagi Dengar UMKM Sulit Dapat Kredit

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
20 January 2022 10:45
Presiden RI Jokowi memberi pidato di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan dan Peluncuran Taksonomi Hijau, 20 Januari 2022. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah bosan mendengar cerita sulitnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang kesulitan mendapatkan akses pembiayaan.

Berbicara dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022, Jokowi menegaskan tak mau lagi mendengar ada keluhan-keluhan seperti itu pada tahun ini.

"Tidak boleh lagi ada cerita misalnya akses kredit sulit, akses pembiayaan di sektor informal sulit, UMKM kesulitan akses permodalan, koperasi sulit akses permodalan," tegas Jokowi secara virtual, Kamis (20/1/2022).


"Harus kita permudah dan percepat sehingga bisa memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda, UMKM untuk kembangkan usaha atau memperbesar skala usaha," katanya.

Berdasarkan data yang diterima Jokowi, hampir 99,9% pelaku usaha nasional bergerak di sektor UMKM. Meskipun jumlahnya besar, Jokowi kecewa lantaran porsi kredit yang diberikan masih cukup minim.

"Saat ini porsi kredit di perbankan saya lihat masih belum berubah. Masih ada di kisaran, sekali lagi, mungkin 3-4 kali saya sampaikan di kisaran 20% saja. Target kita di 2024 bisa mencapai 30%," jelasnya.

Untuk mencapai angka tersebut, Jokowi menegaskan bahwa dibutuhkan strategi dan sejumlah terobosan. Apalagi, UMKM bisa menjadi komponen penting untuk menjadi tiang penyangga perekonomian di masa depan.

"UMKM bisa berperan mengatasi masalah bottleneck supply chain akibat tingginya permintaan yang belum dipenuhi pemasok akibat belum 100% pulihnya rantai pasok global," katanya.

"Keberhasilan UMKM bisa jadi modal penting bahwa mereka naik kelas ke tingkat ke level yang lebih tinggi dan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi yang kita lakukan," tegasnya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK Tingkatkan Literasi Keuangan, Tindak Pinjol Ilegal


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading