Jokowi Beri Subsidi Minyak Goreng, Harga Sawit Melejit!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
19 January 2022 11:34
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali naik pada perdagangan hari ini, Rabu (19/1/2022), setelah bursa Malaysia tutup memperingati Hari Thaipusam.

Pada pukul 09:55 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia berada di MYR 5.176/ton. Naik 2,88% dari perdagangan hari sebelumnya.

Tren positif harga CPO telah diperkirakan oleh Analis Teknikal Reuters Wang Tao. Menurutnya, harga CPO bisa naik ke arah MYR 5.106/ton. 


Namun setelah itu harga CPO diperkirakan akan bergerak turun setelah memenuhi target. Jika harga CPO menembus harga MYR 4.982/ton, maka pergerakan akan terus turun ke kisaran MYR 4.864-4.923/ton.

Melihat grafik harian, harga CPO akan menguji titik resistance MYR 5.170/ton naik 261,8% dari titik terbawah MYR 1.939/ton. Penurunan harga kemarin lebih disebabkan peralihan kontrak yang dapat berlangsung beberapa minggu sehingga berisiko membuat harga terkoreksi hingga ke MYR 4.755/ton.

CPO 19 JanSumber: Reuters

Dari sisi fundamental, ekspor minyak sawit Malaysia 1-15 Januari turun 42,2% menjadi 456.274 ton dari 789.549 ton menurut perusahaan surveyor kargo Societe Generale de Surveillance. Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah membuat kebijakan untuk ekspor dan impor minyak sawit, di tengah upaya untuk menstabilkan harga minyak goreng yang melonjak tajam.

Pemerintah Indonesia berupaya untuk menurunkan sebanyak 40% dari harga minyak goreng dalam negeri yang naik dari tahun sebelumnya. Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan, mengatakan pemerintah tidak melarang produsen minyak sawit untuk mengekspor, tapi, harus mendapatkan izin ekspor. Tujuannya, agar pemerintah mempunyai data berapa persen minyak sawit yang di ekspor dan impor, guna mengukur pasokan domestik.

Kebijakan tersebut akan diberlakukan selama 6 bulan, berlaku mulai 24 Januari. Produsen yang ingin mengekspor minyak sawit harus mendapatkan ijin dari Kementrian Perdagangan. Indrasari Wisnu Wardhana, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri mengatakan bahwa produsen yang tidak melapor, tidak akan diberikan ijin surat ekspor.

Pemerintah akan memberikan subsidi sebanyak Rp 7,6 triliun untuk 250 juta liter minyak goreng setiap bulan selama enam bulan untuk mempertahankan harga minyak goreng dalam negeri. Nilai subsidi tersebut dua kali lipat dari subsidi pada 5 Januari lalu, yang hanya Rp 3,6 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Indonesia Jadi Produsen CPO, Minyak Goreng Kok Tetap Mahal?


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading