Simak Nih, 'Jurus' Erick Thohir Geber Industri Kopi NKRI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 January 2022 16:02
Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok: Humas Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah membentuk project management office (PMO) untuk mengembangkan komoditas kopi nusantara. Ini ditujukan untuk membentuk ekosistem kopi di dalam negeri agar bisa bersaing dengan industri kopi asing.

Dia menjelaskan, pembentukan PMO ini dilakukan dengan kerja sama antara perusahaan pelat merah, swasta, dan asosiasi kopi di Indonesia.

"Sudah seyogyanya kita bangun ekosistem kita sendiri, bukan ekosistem Brasil atau Vietnam, tapi ekosistem Indonesia dalam persaingan di dunia global," kata Erick dalam Dialog Kopi Tanah Air, Senin (17/2/2022).


Dia menjelaskan, perusahaan yang terlibat antara lain PT Perkebunan Nusantara (Persero), Perhutani, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Lalu dari pihak swasta ada Common Grounds, Dua Coffee, Stella, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Juga asosiasi kopi seperti Sustainable Coffee Platform of Indonesia dan Speciality Coffee Association of Indonesia.

PMO ini juga menggandeng lembaga research and development (R&D) dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan RnD BUMN.

Menurut Erick, saat ini kopi Indonesia memang masih menempati posisi keempat di dunia dari sisi produksi. Namun, konsumsi kopi di dalam negeri saat ini terus mengalami pertumbuhan, setidaknya dalam 10 tahun terakhir telah terjadi pertumbuhan konsumsi sebesar 45%, lebih tinggi ketimbang banyak negara lain di dunia yang rata-rata hanya tumbuh 26%.

Dia menargetkan, dengan terbentuknya ekosistem setelah PMO ini, kopi dalam negeri akan meningkat nilai tawarnya. Selain itu, kualitas kopi yang dihasilkan juga akan lebih baik dibanding saat ini sehingga ke depan kopi di dalam negeri tidak hanya digunakan sebagai pencampur saja.

"Banyak sekali kopi-kopi itu dalam posisi yang hancur dan petani tidak ada pendampingan. Bagaimana memetik kopi yang mestinya merah tapi karena tengkulak akhirnya semua kopi diambil saja karena petani punya kebutuhan sehari-hari," terangnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos BUMN Hati-hati! Kerja Tak Becus, Dicopot Erick Thohir


(mon/mon)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading