Beruntung IHSG & STI Selamat! Bursa Asia Ambles Lagi

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
14 January 2022 16:53
A man is reflected on an electronic board showing a graph analyzing recent change of Nikkei stock index outside a brokerage in Tokyo, Japan, January 7, 2019. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas pasar saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (14/1/2022), mengikuti pergerakan pasar saham Amerika Serikat (AS) yang kembali terkoreksi karena investor menimbang kembali sentimen dari pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS.

Hanya indeks Straits Times (STI) Singapura dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona penguatan pada hari ini. Indeks saham acuan Negeri Singa ditutup menguat 0,69% ke level 3.279,81, sedangkan indeks saham acuan Tanah Air berakhir terapresiasi 0,53% ke 6.693,40.

Sedangkan sisanya ditutup di zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup ambles 1,28% ke level 28.124,279, Shanghai Composite China merosot 0,96% ke 3.521,26, Hang Seng Hong Kong melemah 0,19% ke 24.383,32, dan KOSPI Korea Selatan ambrol 1.36% menjadi 2,921.92.


Indeks KOSPI dan Nikkei memimpin pelemahan bursa Asia pada hari ini. Di Korea Selatan, pemberat indeks KOSPI adalah sentimen dari naiknya kembali suku bunga acuan bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BoK).

BoK menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 1,25%, tertinggi sejak Maret 2020 dan kembali ke tingkat sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Korea Selatan menjadi negara yang telah berada di garis depan dalam hal pengetatan kebijakan moneternya karena bank sentral Negeri Ginseng tersebut telah memandang bahwa inflasi yang naik lebih cepat tidak lagi bersifat sementara.

Melonjaknya inflasi di Korea Selatan telah meningkatkan tekanan kepada pembuat kebijakan untuk bertindak, di mana inflasi dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) sepanjang tahun 2021 melonjak menjadi 2,5%, menjadi yang tercepat sejak 2011 dan melampaui proyeksi BoK sebesar 2,3% yang dibuat pada November 2021.

Sementara itu di Jepang, saham-saham teknologi menjadi pemberat Nikkei pada hari ini, mengikuti pergerakan saham teknologi di AS yang membuat indeks Nasdaq ditutup ambruk lebih dari 2%.

Saham produsen robot, Fanuc ambruk 5,12%, sedangkan saham produsen AC bermerek Daikin, yakni Daikin Industries ambles 2,77%.

Bursa Asia juga mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street yang kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis kemarin waktu AS.

Dow Jones ditutup melemah 0,49%, S&P 500 ambles 1,42%, dan Nasdaq Composite ambruk 2,51%.

Pergerakan saham-saham teknologi di AS sangat volatil sejak awal tahun 2022. Setelah sempat menguat dalam 3 hari perdagangan terakhir, harga saham-saham teknologi kembali berguguran.

Investor cenderung cash out untuk saat ini. Lagi-lagi pergerakan harga aset keuangan masih dibayangi dengan arah kebijakan moneter the Fed yang lebih ketat ke depan.

Jika di tahun 2021 saham teknologi menjadi primadona, kini justru banyak dilego investor. Seperti yang sudah diketahui bersama, saham teknologi memang sangat sensitif di tengah siklus pengetatan yang dilakukan otoritas moneter AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading