Kinerja Emiten Penerbangan Moncer, Wall Street Dibuka Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 January 2022 21:48
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Pasar Finansial Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (13/1/2022), setelah emiten penerbangan merilis kinerja keuangan yang meyakinkan sehingga investor mengabaikan sejenak kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi di negara Adidaya tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 106 poin (+0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 15 menit menjadi 102,76 poin (+0,28%) ke 36.393,08. S&P 500 tumbuh 12,29 poin (+0,26%) ke 4.738,64 sedangkan Nasdaq bertambah 54,36 poin (+0,36%) ke 15.242,75.

Delta Airlines mencetak laba bersih dan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar, sehingga saham perseroan melompat 1,5% di sesi pembukaan. Saham Boeing melompat 2% setelah Bloomberg melaporkan bahwa 737 Max mendapat izin terbang di China.


Indeks harga produsen per Desember menguat 0,2% secara bulanan atau di bawah ekspektasi ekonom dalam survey Dow Jones yang berujung angka 0,4%. Namun secara tahunan, indeks acuan inflasi dari sisi produsen tersebut melesat sebesar 9,7% menjadi rekor tertinggi sejak 2010. Sebelumnya, inflasi AS dilaporkan naik 7% secara tahunan.

"Sudah saatnya kita fokus pada musim rilis laporan keuangan yang dijadwalkan pada Jumat, untuk melihat arah perekonomian berjalan ke mana. Jangan terlalu fokus dengan isu kenaikan inflasi AS dan kebijakan moneter dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed)," tutur Ryan Detrick, kepala perencana pasar LPL Financial, dikutip CNBC International.

Polling Dow Jones juga memperkirakan angka pengangguran turun dari 207.000 ke 200.000 orang di pekan ini. Pasar saham akan disibukkan dengan hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) minggu ini.

Pekan ini juga akan ada bank-bank besar merilis laporan keuangan kuartal IV-2021. Konsensus analis dalam polling Refinitiv memperkirakan laba bersih emiten AS per kuartal IV-2021 tumbuh 22,4%.

"Pasar saham global pastinya masih akan volatil karena isu inflasi AS, tapi musim laporan keuangan baru akan dirilis pekan ini untuk dijadikan acuan bagaimana arah perekonomian pada kuartal IV-2021," tutur Jim Paulsen ketua strategi investasi Leuthold Group.

Sepanjang pekan berjalan, indeks saham S&P 500 dan Nasdaq berhasil naik dengan masing-masing nilai 1,1% dan 1,7%. Indeks Dow hanya naik tipis.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading