Soal Dugaan Korupsi Sewa ATR Garuda, Ini Dia Sang Pelakunya!

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
11 January 2022 12:50
Prescon Kejagung (CNBC Indonesia/Ratu Rina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penyewaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengadaan itu melibatkan jenis pesawat ATR 72-600.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, penyewaan pesawat di perseroan terindikasi korupsi berdasarkan audit investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya, itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," ujar Erick dalam keterangan pers.

"Ini yang tentu juga kami serahkan bukti-bukti audit investigasi, bukan tuduhan," lanjutnya.

Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat Foto: Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat "bermasker" (Dok. Garuda Indonesia)

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi dalam penyewaan pesawat jenis ATR 72-600 dilakukan di era kepemimpinan direktur utama dengan inisial AS.

"Ini (penyewaan pesawat) ATR ini zaman AS... (yang bersangkutan) masih ada dalam tahanan juga," kata Burhanuddin.

Dalam kesempatan itu, dia memastikan Kejagung mendukung penuh langkah Kementerian BUMN Kami dalam rangka 'bersih-bersih' terhadap BUMN.

"BUMN yang bersih akan lebih baik tentunya di bawah kepemimpinan pak menteri. Kejagung akan support terus.," ujar Burhanuddin.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11/2021), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo buka-bukaan soal biang kerok kondisi keuangan Garuda Indonesia yang buruk.

"Pertama tentunya kita mengetahui kasus korupsi yang sudah diketahui KPK di mana memang itu mereka pesawat dan sebagainya. Itu memang menjadi isu utama di masa lalu dan ini juga menyebabkan kontrak dengan lessor/(perusahaan penyewa pesawat) Garuda Indonesia ini cukup tinggi dibanding dengan maskapai lain," kata Tiko, panggilan akrab Kartika Wirjoatmodjo.

Ia menjelaskan karena korupsi yang berhubungan dengan lessor, biaya sewa pesawat alias aircraft rental cost perusahaan mencapai 24,7% dari pendapatan perusahaan. Angka tersebut empat kali lipat lebih tinggi dibanding dengan maskapai lainnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos BUMN Hati-hati! Kerja Tak Becus, Dicopot Erick Thohir


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading