Ini Daftar Konglomerat yang 'Tajir' Berkat Vaksin Covid-19

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
09 January 2022 11:00
Botol dengan label vaksin Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna coronavirus disease (COVID-19). (REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik derita dan kesulitan yang dibawanya, pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah bagi sebagian orang. Salah satu kalangan yang mendapat untung dari pandemi Covid-19 adalah para pelaku usaha di industri kesehatan.

Keuntungan besar diraih pelaku industri kesehatan, termasuk mereka yang bergerak di bidang pengadaan vaksin. Dampak positif yang dibawa pandemi terhadap hidup pelaku usaha vaksin bukan tanpa bukti. Hal ini terlihat dari daftar orang terkaya di dunia, seperti dipublikasi Forbes pada awal 2021 lalu.

Berikut beberapa nama konglomerat yang semakin bertambah kekayaannya akibat vaksin Covid-19.


1. Jiang Rensheng Family

Jiang Rengsheng adalah pengusaha prpduk-produk biologis asal China. Dia kini merupakan Kepala dari firma Chongqing ZSFW Biological Products yang membuat vaksin Shenzhen.

Per awal 2022, kekayaan bersih Jiang Rensheng dan keluarganya diprediksi mencapai US$16,5 miliar. Jumlah ini naik 117,10% dari kekayaan Jiang Rensheng dan keluarga pada 2020 sebesar US$7,6 miliar.

2. Cyrus Poonawalla

Cyrus adalah pengusaha di sektor kesehatan dari India, yang mendirikan Serum Institute of India pada 1966 silam. Perusahaannya itu kini menjadi pabrik pembuat vaksin terbesar di dunia.

Perusahaan milik Cyrus sejak pandemi terjadi mulai membangun pabrik khusus untuk memproduksi vaksin Covid-19. Pabrik baru itu dibangun dengan nilai investasi mencapai US$800 juta.

Saat ini, Cyrus melalui Serum Institute telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk memproduksi berbagai merek vaksin. Berkat keterlibatannya di bidang produksi vaksin Covid-19, kekayaan Cyrus per awal 2022 mencapai US$17,8 miliar, naik 117,07% dibanding hartanya pada 2020 yaitu US$8,20 miliar.

3. Tse Ping

Tse Ping adalah sosok konglomerat asal China yang dikenal sebagai pendiriCP Pharmaceutical Group. Grup usaha itu memiliki beberapa anak usaha, salah satunyaSino Biopharmaceutical yangmemproduksi vaksin Sinopharm.

Di awal 2022, Tse Ping diproyeksi memiliki kekayaan sebesar US$7,3 miliar. Estimasi kekayaan ini setara dengan harta Tse Ping sebelum pandemi terjadi pada 2020 lalu. Akan tetapi, Forbes memprediksi pada 2021 lalu kekayaan Tse Ping sempat mencapai US$8,9 miliar.

4. Stephane Bancel

Stephane Bancel adalah seorang warga negara Perancis dengan kekayaan mencapai US$6,9 miliar per awal 2022. Stephane merupakan sosok di balik vaksin Moderna. Dia merupakan CEO perusahaan bioteknologi tersebut.

Sebelum menjadi CEO Moderna, Stephane pernah menjadi bos BioMerieux. Kekayaannya sejak 2020 telah naik ratusan persen.Sebagai catatan, pada April 2021 Stephane diproyeksi memiliki kekayaan US$4,3 miliar. Kini, hartanya sudah bertambah 60,46% hanya dalam kurun 9 bulan.

5. Ugur Sahin

Pria satu ini merupakan CEO dan salah satu pendiri perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech. Ugur adalah sosok dibalik hadirnya Pfizer, vaksin pertama yang disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.

Ugur lahir di Turki dan tumbuh besar di Jerman. Dia kini memiliki sekitar 17% saham BioNTech.

Per 8 Januari 2022, kekayaan Ugur diproyeksi mencapai US$8,3 miliar. Angka ini tumbuh 107,5% dibanding total kekayaannya per April yang mencapai US$4 miliar.

6. Timothy Springer

Timothy merupakan seorang imunolog dan salah satu investor pendiri Moderna. Dia juga dikenal sebagai profesor di bidang biologi kimia dan farmasi molekular di Harvard Medical School.

Awalnya, Timothy menanamkan investasi sebesar US$5 juta ke Moderna pada 2010 lalu. Kini, kekayaannya ditaksir mencapai US$3,1 miliar. Kekayaan Timothy naik signifikan terutama pasca terjadinya pandemi dan dimulainya proses vaksinasi di dunia.

7. Noubar Afeyan

Noubar merupakan CEO dan salah satu pendiri Moderna. Pria kelahiran Lebanon ini juga memiliki beberapa saham di sejumlah perusahaan bioteknologi di AS.

Kekayaan Noubar per Oktober 2021 diprediksi berjumlah US$5 miliar. Dia merupakan salah satu konglomerat baru yang muncul karena pandemi. Kekayaannya dalam rentang April - Oktober 2021 telah naik sebesar 163,15%.


[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading