Merespons Kabar Baik Omicron, Wall Street Dibuka Naik Tipis

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
29 December 2021 21:39
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung variatif pada pembukaan perdagangan Rabu (29/12/2021), menyambut kabar terbaru varian terbaru Covid-19 yakni Omicron yang terindikasi membantu antibodi melawan varian Delta.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 5 menit kemudian menjadi 52,88 poin (+0,15%) ke 36.451,09 sementara S&P 500 naik 8,84 poin (+0,18%) ke 4.795,19. Nasdaq tumbuh 20,51 poin (+0,13%) ke 15.802,23.

AS sejauh ini melaporkan ada lebih dari 4,1 juta kasus Covid-19 bulan ini, menurut data John Hopkins University. Angka itu jauh di atas posisi November 2,54 juta. Rerata kasus baru sepekan terakhir mencapai 231.888 kasus, atau tiga kali lipat di atas rerata 27 November.


Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengumumkan rekomendasi baru bahwa penderita Covid-19 hanya perlu isolasi 5 hari, atau lebih singkat dari ketentuan sebelumnya yakni 10 hari. Syaratnya, mereka merupakan pasien tak bergejala.

Riset dari Afrika Selatan (Afsel) menunjukkan bahwa omicron bisa memperkuat imunitas melawan varian delta. Sejak November, bursa AS telah menguat dan indeks S&P 500 terhitung menguat 4,8% per Desember.

"Menurut saya pasar tak menginginkan area spekulatif yang dinikmati dalam beberapa tahun terakhir. Yakni, saham dengan pertumbuhan tinggi, rasio harga terhadap laba bersih per saham [price to earning/PE ratio], kripto," tutur analis Virtus Investment Partners Joe Terranova, seperti dikutip CNBC International.

Dow Jones mencetak reli harian kelima pada Selasa, dengan naik lebih dari 90 poin. Indeks S&P 500 bahkan melewati level tertinggi hariannya. Adapun Nasdaq justru terkena aksi jual, dengan melemah 0,6%.

Reli kemarin mengonfirmasi terbentuknya fenomena "Santa Claus rally" yang mengacu pada reli 5 hari perdagangan terakhir pada Desember dan lima hari pertama Januari. Secara historis sejak 1928, indeks S&P 500 menguat rata-rata 1,7% pada periode tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Netflix Perberat Nasdaq, IBM Selamatkan Dow di Pembukaan


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading