Punya Saham BUMI Rp 307 M, Siapa Sebenarnya Bambang Sihono?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 December 2021 09:50
PT Bumi Resources Tbk berkomitmen pada kesetaraan gender

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor ritel, Bambang Sihono kembali menambah kepemilikan sahamnya di emiten pertambangan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Bambang melakukan pembelian sebanyak 50 juta saham BUMI pada 27 Desember 2021. Meski belum mencantumkan lebih lanjut harga transaksinya, bila mengacu pada penutupan perdagangan di hari yang sama pada harga Rp 64 per saham, maka Bambang merogoh kocek Rp 3,20 miliar.

Sehingga, dengan transaksi itu, kepemilikan sahamnya di BUMI meningkat dari sebelumnya 4,74 miliar saham atau setara 6,39% kepemilikan menjadi 4,79 miliar saham atau sekitar Rp 306,56 miliar.


Siapakah Bambang Sihono? Investor ritel ini tercatat berdomisili di Jakarta. CNBC Indonesia mencatat, sebelumnya pada awal Agustus 2021, Bambang memborong 89,3 juta saham. Bila menggunakan harga penutupan BUMI pada saat itu, di harga Rp 57 per saham, maka Bambang telah merogoh kocek Rp 5,09 miliar.

Jumlah saham yang dimiliki Bambang pun cukup tinggi untuk seorang investor ritel yang konsisten menambah kepemilikannya. Adapun investor besar lain di BUMI yakni Chengdong Investment Corporation (CIC) yang memiliki kepemilikan melalui HSBC Funds tidak sampai 20%.

Tercatat, sampai dengan 30 November 2021, HSBC Funds mengapit 19,99% saham BUMI. Selain Bambang, sisanya dimiliki oleh Long Haul Holdings 4,14% dan pemegang saham publik.

Bambang Sihono bukanlah investor pertama yang pernah memborong saham dari emiten batu bara grup Bakrie ini. Investor kawakan Lho Kheng Hong pun pernah meraup cuan dari Bumi Resources.

Pada 2017, Lho Kheng Hong melepas saham Bumi Resources di harga Rp 500 per saham, atau ketika sudah meningkat hampir 10 kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

Saat itu saham BUMI juga menjadi incaran investor-investor lain sehingga nilai transaksi perdagangannya pun naik berkali lipat. Ketika saham BUMI sempat turun, Lho Kheng Hong pun sempat menambah portofolionya kala itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Analisa Investasi Saham Dari Ajaib Bagi Trader Pemula


(sys/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading