BUMI Tunda RUPSLB Hingga Pertengahan Januari 2022

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
23 December 2021 12:11
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditunda hingga awal 2022. Awalnya, RUPSLB BUMI rencananya digelar pada Kamis (23/12/2021) ini.

Penundaan jadwal RUPLSB tersebut disampaikan Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava melalui keterangan tertulis. Dileep mengatakan pelaksanaan RUPSLB BUMI ditunda hingga Jumat, 14 Januari 2022.

"Kami informasikan bahwa RUPSLB BUMI ditunda karena kebutuhan informasi tambahan, menjadi pada Jumat (14/1/2022) jam 14.00 WIB sampai selesai," kata Dileep, Kamis (23/12/2021).


Dileep memastikan penundaan RUPSLB ini tidak akan mengubah mata acara yang sudah disusun. BUMI berharap seluruh pemegang saham perusahaan berpartisipasi dalam RUPSLB nanti.

"Kami mengharapkan partisipasi anda melalui e-proxy untuk memungkinkan kami mencapai kuorum. Tanggal Recording Date baru adalah 22 Desember 2021," ujarnya.

Salah satu agenda RUPLSB BUMI adalah permintaan persetujuan dari pemegang saham untuk aksi korporasi yang akan dilakukan perusahaan. Bumi Resources berencana menerbitkan 103.066.596.392 saham seri C baru dengan nominal Rp 50/saham. Penerbitan ini dilakukan dalam rangka mengkonversi obligasi wajib konversi (OWK).

Jumlah saham yang akan diterbitkan setara dengan 138,76%. Penerbitan saham ini akan dilakukan melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement).

"Saham Seri C baru yang diterbitkan Perseroan dalam rangka pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan untuk memenuhi permintaan konversi dari pemegang OWK sehubungan dengan restrukturisasi keuangan Perseroan sesuai dengan Keputusan PKPU," tulis manajemen, dikutip Rabu (22/12/2021).

Setelah seluruh saham baru telah diterbitkan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor akan meningkat dari 74.274.746.007 menjadi sebanyak-banyaknya 177.341.342.399 saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Soal Larangan Ekspor, BUMI: Arutmin Sudah Penuhi Aturan DMO


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading