KB Bukopin Beberkan Strategi Bisnis di 2022

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
20 December 2021 14:35
KB  Bukopin Beberkan Strategi Bisnis Tahun Depan

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mengungkapkan rangkaian strategi dan transformasi bisnis yang akan dilakukan pada 2022. Direktur Operasi KB Bukopin Helmi Fakhrudin mengatakan beberapa strategi yang telah dijalankan oleh KB Bukopin salah satunya, Turn Around Strategi atau transformasi, undercut cost, risk manage, dan new digital.

Dia menambahkan dengan memanfaatkan proses transformasi, akan membangun sistem keuangan yang andal berbasis kepada nasabah serta membangun sistem penilaian kinerja berbasis prestasi.

Selain itu, BBKP juga akan membangun ekosistem nasabah mass affluent untuk hubungan jangka panjang dengan beragam layanan produk ritel dan memanfaatkan digital banking.


"Kamu juga menyediakan end to end business model untuk UKM yang berbasis risiko, Kredit Korporasi akan dilakukan secara selektif melalui Kredit Value Chain Indo-Korea disertai dengan cross selling product bank lainnya," kata Helmi dalam siaran resminya, Senin (20/12/2021).


Sementara terkait kinerja dan langkah strategi KB Bukopin, Direktur Keuangan KB Bukopin Seng Hyup Shin mengatakan perusahaan mencapai turn around, artinya mampu membangun struktur keuangan yang berkelanjutan, dengan kompetensi sumber daya manusia yang berdaya saing, dan budaya perusahaan yang beretika. Dengan begitu, KB Bukopin dapat tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus pada Good Bank yang didukung oleh perbaikan IT infrastruktur dan inovasi digital.

Helmi menambahkan dukungan dari Pemegang Saham Pengendali yaitu KB Kookmin Bank dan Pemegang Saham membuat indikator keuangan Perseroan sampai dengan Kuartal III-2021 telah mengalami perbaikan. Bahkan pada tahun yang sama Perseroan juga mendapatkan peningkatan rating menjadi idAAA oleh Pefindo dan idAAA oleh Fitch Rating.

"Pada segmen retail Bank akan membangun ekosistem nasabah mass affluent untuk hubungan jangka panjang dengan beragam layanan produk ritel dan memanfaatkan digital banking. Pada segmen SME, Bank akan menyediakan end to end business model yang berbasis risiko," kata Shin.

Sementara itu, pada segmen korporasi Bank akan mengoptimalkan peluang bisnis baru dengan memanfaatkan jaringan bisnis Indo-Korean (Korean Desk) melalui perusahaan besar sebagai anchor company. Shin mengatakan strategi tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem value chain & supply chain yang spesifik (tailored).Dengan begitu bisa dikolaborasikan melalui cross selling produk konsumer atau SME.

"Sebagai informasi hingga November 2021 Korean Desk telah berkontribusi terhadap pertumbuhan DPK lebih dari Rp 9,6 triliun," kata Shin.

Direktur Wholesale Banking KB Bukopin Dodi Widjajanto mengatakan perusahaan juga konsisten terhadap pembaharuan semua lini bisnis. Salah satunya, melalui pembentukan credit regional center (CRC) yang diharapkan membuat proses kredit lebih terstandardisasi.

"Sedangkan untuk menyelesaikan permasalahan kredit yang sudah ada, Bank telah membentuk organisasi special asset management (SAM) yang fokus pada penyehatan dan penyelesaian kredit bermasalah," terang dia.

KB Bukopin juga menyiapkan rencana dalam bidang pengembangan teknologi informasi, yaitu New Generation Banking System (NGBS) serta transformasi outlet dan jaringan distribusi Perseroan di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan bisnis inti dan produk-produk, Perseroan juga mentransformasi menjadi lebih customer oriented, digital, dan efisien.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Canggih! KB Bukopin Bakal Gunakan Teknologi AI


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading