Analisis Teknikal

IHSG "Berdarah-darah" Gegara Omicron, Sesi 2 Lebih Horor?

Market - Putra, CNBC Indonesia
14 December 2021 12:53
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah menguat 6 hari beruntun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I dengan koreksi cukup dalam.

IHSG ambles 0,81% ke level 6.608,996 hingga istirahat sesi I pukul 11.30 WIB. Indeks bergerak di rentang 6.608,92 hingga 6.671,31 sepanjang sesi I.

Sebanyak 167 saham menguat, 343 melemah dan 153 stagnan. Nilai transaksi tembus Rp 6,12 triliun dan asing net sell di pasar reguler sebesar hampir Rp 250 miliar.


Indeks yang sudah konsisten menguat selama sepekan terakhir memang membuka peluang untuk aksi profit taking sehingga memicu terjadinya koreksi.

Lagipula sentimen global juga sedang tak mendukung. Terkait dengan perkembangan baru varian Covid-19 Omicron, Inggris sudah melaporkan ada 1 korban jiwa yang terinfeksi oleh varian baru ini. Hal tersebut pun dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

"Sayangnya ya, Omicron menyebabkan rawat inap dan sayangnya lagi ada satu pasien telah dipastikan meninggal akibat terinfeksi Omicron," kata Johnson kepada wartawan dalam kunjungan ke klinik vaksinasi dekat Paddington, London, menurut Sky News.

Selain itu dari China, pemerintah setempat melaporkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di negaranya pada Senin kemarin, seperti yang dilaporkan oleh Reuters dan media lokal setempat.

Infeksi Omicron pertama di Negeri Panda tersebut terindikasi dari imported case yakni dari wisatawan asing yang tiba di kota Tianjin dari luar negeri pada 9 Desember lalu. Saat ini, pasien tersebut sedang dirawat dan diisolasi di rumah sakit setempat.

Sementara itu, pasar saham Asia cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street yang ditutup berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Senin kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup terkoreksi 0,89% ke level 35.650,949, S&P 500 merosot 0,91% ke posisi 4.669,14, dan Nasdaq Composite ambles 1,39% menjadi 15.413,28.

Di lain sisi, investor juga masih mencerna dari data inflasi utama yang kembali memanas. Inflasi Negeri Paman Sam dari sektor konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada periode November 2021 yang dirilis Jumat (10/12/2021) pekan lalu melonjak menjadi 6,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Melonjaknya IHK AS pada bulan lalu merupakan lonjakan terbesar sejak 1982 silam. Angka tersebut juga sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 6,7%.

Investor cenderung masih menahan selera risikonya pada hari ini, jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni dari Selasa (14/12/2021) hari ini hingga Rabu (15/12/2021) waktu AS.

Dalam rapat FOMC kali ini, para pembuat kebijakan diperkirakan akan membahas percepatan dari program pengurangan pembelian obligasi atau tapering.

Setelah ambles 0,81% di sesi I, bagaimana arah pergerakan IHSG sesi II? Berikut ulasan teknikalnya.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan IHSG, maka indeks harus melewati level resisten terdekatnya di 6.636 dan selanjutnya di 6.688 untuk membentuk tren bullish.

Sementara itu indeks harus melewati level support terdekatnya di level psikologis 6.585 untuk mengalami tren bearish.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 43,95 yang mengindikasikan bergerak di zona netral tetapi cenderung menurun. Secara umum peluang indeks untuk lanjut koreksi masih terbuka lebar.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sentimen Lagi Negatif IHSG Malah Menguat, Sesi II Gimana?


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading