Ini Deretan Penipuan Kripto Terbesar di 2021, Ada Squid Game

Market - chd, CNBC Indonesia
10 December 2021 14:25
Boneka setinggi 3 meter (10 kaki) dari serial Netflix

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia cryptocurrency pada tahun ini memiliki catatan yang baik, di mana dunia kripto menjadi lebih terkenal sejak adanya 'meme' lelucon yang ditujukan bagi para hedge fund yang terkesan mencurangi para trader di saham GameStop pada awal tahun ini.

Beberapa cryptocurrency yang sudah terkenal pun berhasil melonjak ke level tertinggi barunya, menarik perhatian dari orang-orang yang mungkin belum terbiasa dengan industri ini sebelumnya.

Tetapi, pasar kripto juga merupakan aset berisiko dan juga tidak dapat diprediksi naik atau turun harganya. Kripto dianggap sebagai aset yang sangat fluktuatif dan hampir sepenuhnya beroperasi tanpa peraturan yang melindunginya, karena sifat dasar kripto adalah desentralized.


Dengan begitu banyak pemula kripto yang baru masuk ke aset digital tanpa hukum ini, selama setahun terakhir, para penipu atau scammers telah menjalankan misinya untuk menipu para pemula dan tentunya untuk mendapatkan uang dengan cara yang salah.

Mashable telah merangkum kasus-kasus penipuan terbesar di pasar kripto sepanjang tahun ini yang juga telah berhasil menipu banyak orang, terutama para trader baru yang terjun ke pasar kripto baru-baru ini.

Berikut kasus penipuan terbesar di pasar kripto sepanjang tahun 2021.

1. Squid Game token

Koin digital (token) Squid Game (SQUID) diluncurkan pada akhir Oktober lalu, tepatnya Selasa (26/10/2021), berdasarkan alur cerita dari serial Netfilix asal Korea Selatan, Squid Game.

Sebagai informasi saja, alur cerita dari serial Squid Game ini menampilkan kontestan yang memainkan permainan anak-anak, namun dengan versi yang lebih mematikan, untuk memenangkan hadiah uang tunai di akhir permainan.

Sama seperti alur ceritanya, token SQUID mengikuti aturan yang sama, di mana pemain akan melewati enam game online untuk memenangkan hadiah uang. Bedanya, tentu di sini tidak melibatkan game yang mematikan.

"Tidak ada lagi dunia dystopian di mana sebuah organisasi misterius mengumpulkan orang-orang yang memiliki utang dalam jumlah besar dan hidup di tepi jurang. Semua orang di sini di dunia kripto dapat berpartisipasi dalam Game Squid dengan token SQUID atau NFT terkait di pasar kami," kata white paper dari proyek tersebut.

Game 1 dari permainan ini sebelumnya memiliki biaya masuk sebesar US$ 4,56 atau membutuhkan 456 SQUID token saat pertama kali diluncurkan. Adapun harga awal token SQUID hanya sebesar US$ 0,01287/koin (Rp 183/koin, asumsi kurs saat itu Rp 14.250/US$).

Selang 6 hari setelah diluncurkan, yakni Senin (1/11/2021), token SQUID berhasil melesat hingga mencapai ratusan ribu persen, sekitar 221.000% menjadi US$ 2.856,64/koin (Rp 40.707.120/koin), hanya dalam 6 hari saja.

Namun pada esok harinya, yakni Selasa (2/11/2021), harga token SQUID langsung ambruk hingga 100% menjadi US$ 0,002851/koin atau Rp 41/koin.

CoinMarketCap juga telah melaporkan bahwa pihaknya menerima laporan dari pembeli token SQUID bahwa website dan media sosial SQUID tidak lagi berfungsi. Bahkan sebelumnya, pengguna token juga tidak dapat menjual tokennya di platform pertukaran Pancakeswap.

Beberapa pihak juga mengatakan bahwa sang pengembang game online beserta koin digitalnya yang hingga kini belum diketahui namanya sudah meninggalkan proyek alias kabur setelah mengetahui harga token SQUID terjatuh hingga ke bawah US$ 0.

Hal ini ditelusuri dari salah satu pengguna Twitter @__trick yang menandakan bahwa pengembang proyek Squid Game telah "menarik karpet" pemegang SQUID.

Parahnya lagi, berdasarkan data dari BscScan, menunjukkan bahwa sebuah alamat yang dilabeli oleh situs web sebagai "dilaporkan terlibat dalam penarikan karpet" token SQUID dan mengkonversikannya ke token binance coin senilai jutaan dolar.

Pihak yang mengaku bagian dari pengembang SQUID mengatakan melalui Telegram resminya bahwa pengembang tidak ingin terus menjalankan proyek tersebut karena depresi akibat berurusan dengan para scammers.

"Seseorang mencoba meretas proyek kami akhir-akhir ini. Tidak hanya akun Twitter @GoGoSquidGame, tetapi juga kontrak pintar kami. Kami mencoba melindunginya tetapi harganya masih tidak normal. Squid Game Dev tidak ingin melanjutkan proyek karena kami tertekan dari scammers. Kami harus menghapus semua batasan dan aturan transaksi Squid Game," tulis pengembang SQUID di Telegram, dikutip dari CoinDesk.

Token SQUID dikabarkan menganut sistem yang sama dari serial Netflix Squid Game, di mana hanya seorang pemenang yang bisa mendapat uang dari suatu pertandingan yang cukup mematikan.

Hanya saja, di token SQUID, mereka tidak menggunakan cara mematikan, tetapi caranya mendapatkan uang tersebut mirip dengan yang ada di serial tersebut, yakni hanya satu orang saja yang berhak mendapat uang tersebut.

Hal inilah yang menjadikan token SQUID dianggap sebagai kasus penipuan kripto terbesar di dunia, karena para pengembang token ini seakan tidak bertanggung jawab atas proyek kriptonya dan lebih memilih kabur dengan membawa uang penggunanya.

2. SaveTheKids / FaZe saga

Mendorong cryptocurrency adalah bisnis besar bagi influencer media sosial pada tahun 2021. Sejumlah besar kripto yang dipromosikan oleh bintang Instagram favorit Anda atau selebriti TikTok akhirnya menjadi skema pom pom (pump and dump).

Namun, tidak ada contoh lain dari celah cryptocurrency yang dihipnotis oleh influencer yang dapat menandingi apa yang terjadi di token SaveTheKids.

Pada awal Juni lalu, anggota FaZe Clan Kay, Teeqo, Jarvis, dan Nikan, bersama dengan YouTuber RiceGum mulai mempromosikan cryptocurrency berbasis amal yang disebut SaveTheKids.

Para influencer ini tidak hanya mengeluarkan beberapa tweet yang membutuhkan hanya beberapa detik untuk mengetik. Mereka juga merekam video promosi dan meminjamkan gambar mereka ke situs web SaveTheKids.

Promosi penjualannya cukup sederhana yakni 'investasikan di kripto baru ini yang pasti akan sukses karena hubungannya dengan merek Esports terbesar di planet ini', dan proyek ini juga akan membantu mengumpulkan uang untuk amal anak-anak terlantar.

Namun, kejadian tak terduga mulai muncul, di mana sang pengembang terindikasi tidak bertanggung jawab dan dilaporkan melarikan diri dengan membawa uang penggunanya.

Tak lama setelah token SaveTheKids diluncurkan secara resmi, kripto tersebut langsung merosot karena aksi jual besar-besaran dari investor awal yang memegang mayoritas token. Begitu SaveTheKids go public, nilainya tidak lagi berharga.

Mungkin segalanya bisa berakhir di sana, di mana seluruh situasi tersebut dianggap sebagai penipuan koin alternatif terbesar yang pernah ada. Tetapi, beberapa orang memperhatikan FaZe Kay, khususnya memiliki kecenderungan untuk mempromosikan cryptocurrency serupa, tetapi berakhir seperti ini.

YouTuber seperti Coffeezilla, SomeOrdinaryGamers, dan Barely Sociable segera menemukan jaringan penipuan yang melibatkan FaZe Kay. Hal ini lebih dari sekadar mempromosikan penipuan, tetapi juga dalam pembuatannya.

Pada akhirnya, FaZe Clan meluncurkan tinjauan internal yang diakhiri dengan beberapa penangguhan dan anggota FaZe termasuk FaZe Kay resmi dikeluarkan dari grup FaZe Clan.

Dari Hoax Walmart Hingga NFT Bored Ape
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading