Bursa Asia Bergairah & Asing Borong Saham RI, IHSG Sumringah

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
07 December 2021 15:36
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,85% ke level 6.602,57 pada perdagangan Selasa (7/12/2021).

IHSG konsisten bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan. Indeks dibuka menguat 0,13% ke level 6.575,98.

Pada perdagangan intraday IHSG bergerak di rentang 6.573 sebagai level terendahnya dan 6.609 di level tertingginya.


Saat IHSG menguat terpantau sebanyak 271 saham naik, 251 melemah dan 148 stagnan. Transaksi hari ini mencapai Rp 14 triliun dengan asing net buy mencapai Rp 105 miliar di pasar reguler.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan net buy masing-masing sebesar Rp 264 miliar dan Rp 49 miliar.

Kedua saham tersebut naik 2,92% dan turut menjadi saham yang mendorong penguatan IHSG.

Sementara itu asing net sell besar di saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan jual bersih Rp 96 miliar. Sebelumnya harga saham BUKA sempat terkoreksi hingga menyentuh level auto reject bawah (ARB).

Namun di akhir perdagangan saham BUKA memangkas koreksinya menjadi 2,63%. Selanjutnya ada juga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang dilepas asing sebesar Rp 47 miliar dan terkoreksi 0,62%.

Penguatan IHSG juga bersamaan dengan hijaunya indeks saham Kawasan Asia. Indeks Hang Seng memimpin penguatan dengan apresiasi 2,72%.

Bergairahnya bursa saham Asia juga tak terlepas dari kinerja Wall Street yang apik dini hari tadi. Mengawali pekan ini, saham-saham di AS ditutup menguat.

Indeks Dow Jones melesat 1,87% dan memimpin penguatan. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat 1,17% dan 0,93%.

Dari dalam negeri sentimen datang dari rilis data cadangan devisa (cadev). Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada bulan November 2021 mencapai US$ 145,9 miliar.

Jika dibandingkan dengan posisi di bulan Oktober 2021, cadev bulan lalu naik US$ 400 juta. Kenaikan cadev ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak, jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nota Keuangan Jokowi Bakal Jadi Katalis Penguat Bagi IHSG


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading