Duit Rp4.300 T Lenyap dari Pasar Kripto, Ada Apa ini?

Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
Market
Sabtu, 04/12/2021 12:30 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto lagi-lagi mengalami crash pada perdagangan Kamis kemarin. Bitcoin, mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar sempat ambrol lebih dari 9% ke kisaran US$ 51.000/koin yang merupakan level terendah dalam dua bulan terakhir.

Sementara jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 68.789,63 yang dicapai pada 10 November lalu, bitcoin sudah ambrol 25%.

Jebloknya bitcoin Kamis kemarin juga diikuti aset-aset kripto lainnya, alhasil kapitalisasi pasar kripto nyungsep.



Forbes melaporkan, akibat kemerosotan tersebut, kapitalisasi pasar kripto menguap sekitar US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 4.300 triliun (kurs Rp 14.400/US$) hanya dalam tempo 2 hari saja.

Jebloknya harga bitcon dkk tersebut dikatakan akibat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) yang akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

Banyak yang memprediksi kebijakan The Fed tersebut akan membuat bitcoin dan aset kripto lainnya rontok hingga tahun depan.

Salah satu investor ternama, Louis Navellier, salah satunya.

"The Fed sedang melakukan tapering, dan hal tersebut akan memicu koreksi di aset berisiko dan bitcoin termasuk di dalamnya. Semakin cepat The Fed melakukan tapering, maka kita akan melihat volatilitas yang tinggi di pasar saham dan obligasi, dan tentu saja bitcoin," kata Navellier, sebagaimana diwartakan Business Insider yang dikutip Forbes, Jumat (3/12).

Sementara itu Mike Novogratz, triliuner investor kripto, dan CEO Galaxy Digital mengatakan kebijakan The Fed bisa membuat pasar kripto runtuh di 2022.

"Orang-orang kini menjadi bearish terhadap bitcoin dan mata uang kripto lainnya setelah penguatan tajam. Dalam satu tahun terakhir, bitcoin melesat nyaris 200%, ethereum 600% belum lagi yang lainnya juga naik ratusan persen," kata Novogratz, sebagaimana diwartakan Forbes, Selasa (30/11).

Meski memperingatkan ada risiko keruntuhan, tetapi Novogratz juga memperkirakan Wall Street dan institusi finansial akan terus menambah investasinya di aset kripto.

"Survei terbaru dari Nickel Digital Asset Management menunjukkan sebanyak 82% investor institusional dan manager investasi berencana untuk menambah eksposur mereka di aset kripto pada tahun depan dan 2023," katanya.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Melesat 41% Ini Aset Kripto Paling Cuan Pekan Ini

Melesat 41%, ini Aset Kripto Paling Cuan Pekan Ini

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2