Kripto Receh Juara, Cuan Ratusan Persen Bikin Tajir Mendadak

Market - chd, CNBC Indonesia
01 December 2021 13:45
Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pasar kripto pada November 2021 masih terbilang cukup baik, meskipun beberapa kripto terpantau terkoreksi sepanjang bulan lalu.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, dari sepuluh kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap)di atas US$ 20 miliar, hanya tiga kripto yang masih mencatatkan penguatan pada bulan lalu. Sedangkan sisanya terpantau terkoreksi.

Adapun tiga kripto big cap yang masih mencatatkan kinerja positifnya adalah Ethereum, Binance Coin, dan Solana.


Ethereum melesat 7,36% sepanjang bulan November lalu, sedangkan Binance Coin melonjak hingga 19,32%, dan Solana melesat 6,2% pada bulan lalu.

Adapun untuk kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni Bitcoin pada November lalu terkoreksi hingga 6,65%.

Berikut pergerakan 10 besar kripto big cap di atas US$ 20 miliar pada November 2021.

Kripto Big Cap November 2021

Pada awal bulan lalu, Bitcoin dan Ethereum sempat mencetak rekor tertinggi barunya sepanjang masa, di mana level tertinggi baru Bitcoin berada di harga US$ 68.622,63 per koin, sedangkan level tertinggi sepanjang masa di Ethereum berada di harga US$ 4.836,75 per koin.

Namun setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru atau pada pertengahan November, Bitcoin dan Ethereum cenderung terkoreksi, bahkan sempat menyentuh level terendahnya dalam sebulan terakhir.

Bitcoin sempat menyentuh level terendahnya dalam sebulan terakhir, yakni di level US$ 53.569,76 per koin, sedangkan level terendah sebulan terakhir Ethereum berada di level US$ 3.995,78 per koin.

Kripto big cap juga sempat ambruk karena diperberat oleh sentimen dari varian terbaru dari virus corona (Covid-19) yakni Omicron.

Varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Varian ini juga mengandung sekitar 30 mutasi. Omicron juga dianggap lebih menular dari varian sebelumnya yakni Delta.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pun mengkategorikan varian Omicrona sebagai Variant of Concern (VoC).

Bahkan kabar terbaru, yakni dari Bos Moderna, Stephane Bancel yang mengatakan bahwa Omicron lebih kebal terhadap vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.

Bancel pun akan membuka opsi memodifikasi vaksin saat ini. Sebab jumlah mutasi pada lonjakan protein yang digunakan virus menginfeksi sel tinggi.

Namun, Bancel mengatakan kepada CNBC International bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin khusus Omicron.

Meskipun kripto big cap sepanjang November hanya sedikit yang mencetak zona hijau, tetapi beberapa koin 'receh' dan berkapitalisasi pasar kecil ada yang mencetak penguatan hingga ratusan persen pada bulan lalu.

Berikut pergerakan kripto yang melesat hingga ratusan persen pada November 2021.

Kripto Receh November 2021

Kripto 'receh' yang mencetak rekor penguatan pada bulan lalu yakni kripto gala (GALA) yang melesat hingga 560% sepanjang bulan November. Koin digital (token) play to earn tersebut saat ini diperdagangkan di level harga US$ 0,6349 per koin.

Tak hanya GALA, token play to earn lainnya yang juga mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen pada November lalu yakni kripto The Sandbox (SAND) yang melonjak hingga 336%. Saat ini, harga token SAND diperdagangkan sebesar US$ 6,72 per koin.

Selain GALA dan SAND yang merupakan token play to earn game, token 'receh' lainnya yang melesat hingga ratusan persen yakni Loopring (LRC) yang melesat hingga 390% pada bulan lalu. Saat ini, satu LRC dihargai sebesar US$ 2,73.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading