Bitcoin Sempat Kena 'Tusuk' Omicron, Harga Langsung Ambruk!

Market - chd, CNBC Indonesia
30 November 2021 08:45
A bitcoin logo is seen at a facility of the Youth and Sports Ministry in Caracas, Venezuela February 23, 2018. REUTERS/Marco Bello

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto berkapitalisasi pasar terbesar yakni bitcoin sempat ambruk pada perdagangan akhir pekan lalu, karena terbebani oleh sentimen dari varian terbaru virus corona (Covid-19) yakni Omicron.

Berdasarkan data dari Coin Metrics, Minggu (28/11/2021) sekitar pukul 11:30 WIB, harga bitcoin ambruk hingga 8% ke level harga US$ 54.321/koin atau sekitar Rp 783 juta.

Dalam laporan tersebut, harga hari itu merosot dalam level terendah sejak awal Oktober, dikutip CNBC Internasional, Minggu (28/11/2021).


Cryptocurrency terbesar di dunia tersebut menurun lebih dari 20% pada awal bulan ini. Nilainya hampir US$ 69.000 (Rp 994,6 juta) saat itu.

Bukan hanya bitcoin, koin digital alternatif (altcoin) terbesar, yakni ethereum juga mengalami penurunan, yakni mencapai 10% ke harga US$ 4.059 atau sekitar Rp 58,5 jutaan. Sedangkan altcoin lainnya, yakni XRP juga sempat menurun menjadi di bawah 95 sen atau 9,9% pada Minggu lalu.

Penurunan nilai sejumlah uang kripto ini terjadi saat varian Omicron atau sebelumnya bernama B.1.1.529 juga dilaporkan menyebar di wilayah Afrika dan beberapa negara lain. Varian tersebut juga telah masuk ke dalam variant of concern (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Varian Omicron pertama kali ditemukan di di Afrika Selatan dan tujuh negara di selatan Afrika. Varian ini juga mengandung sekitar 30 mutasi. Omicron juga dianggap lebih menular dari varian sebelumnya yakni Delta. Bahkan, varian Omicron lebih kebal terhadap vaksin.

Dilaporkan pula bahwa varian ini telah menyebar ke beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Belanda dan Hong Kong, di mana otoritas kesehatan setempat telah melaporkan adanya kasus dari varian tersebut.

Inggris menemukan dua kasus terkait Omicron. Keduanya terdeteksi melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengumumkan langkah pencegahan penyebaran varian. Yakni meminta melakukan tes PCR pada hari kedua kedatangan dan isolasi mandiri.

Tetapi pada Minggu (28/11/2021) kemarin, WHO memberikan keterangan bahwa mereka masih belum mengetahui jelas apakah varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan strain lain, termasuk Delta.

Alhasil karena keterangan dari WHO tersebut, maka investor di kripto kembali memburu pasar kripto secara bertahap pada perdagangan Senin (29/11/2021) kemarin.

Investor yang kembali memburu pasar kripto secara bertahap membuat harga bitcoin kembali berada di zona hijau pada perdagangan kemarin.

Pada Senin malam sekitar pukul 23:00 WIB, bitcoin terpantau melesat 5,82% ke level US$ 57.044,04 per koin atau sekitar Rp 816 juta per koinnya (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Tak hanya bitcoin yang berhasil rebound, kripto lainnya terutama altcoin juga terpantau rebound pada Senin malam waktu Indonesia.

Ethereum melonjak 5,82% ke level US$ 4.324,15 per koin atau sekitar Rp 62 juta per koin dan XRP menguat 5,18% ke US$ 0,9758 per koin (Rp 13.954 per koin).


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading