Kian Mengerucut, XL Axiata Bakal Caplok LINK dari Grup Lippo

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 November 2021 14:26
PT Link Net Tbk

Jakarta, CNBC Indonesia - Merger perusahaan telekomunikasi di Tanah Air tampaknya bakal makin semarak. Emiten penyedia layanan internet Grup Lippo, PT Link Net Tbk (LINK) memastikan saat ini masih dalam proses akusisi oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL) atau perusahaan induknya, Axiata Bhd.

CEO dan Presiden Direktur LINK, Marlo Budiman, kepada CNBC Indonesia menegaskan, saat ini tidak ada pembeli potensial lainnya selain XL Axiata dan Axiata Bhd.

"Calon buyer LINK itu Axiata Group Berhad & EXCL. Tidak ada pihak lain di luar kedua calon buyer itu," katanya saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Jumat (26/11/2021).


Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk (EXCL), Tri Wahyuningsih Harlianti menyampaikan, saat ini proses uji tuntas masih berjalan karena merupakan bagian dari tahapan yang dilakukan dari keseluruhan proses akuisisi. 

"Pembahasan masih berjalan untuk memastikan kesepakatan bisa memberikan manfaat yang maksimal dan win-win bagi semua pihak yang terkait dengan aksi korporasi ini. Namun untuk detailnya, untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan," ungkap Tri, kepada CNBC Indonesia. 

Sebelumnya, pemegang saham mayoritas PT Link Net Tbk (LINK), menyatakan kesiapannya melepas seluruh kepemilikan sahamnya.

Kedua pemegang saham LINK tersebut yakni Grup Lippo melalui PT First Media Tbk(KBLV) dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte. Saat ini kedua pihak tersebut masih dalam tahap pembicaraan lebih lanjut dengan para calon investor strategis yang siap masuk.

"Saat ini, LINK sedang dalam tahap advance merger and aquisitionatau M&A dengan buyer," kata CEO dan Presiden Direktur LINK, Marlo Budiman, kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/7/2021) lalu.

Menurut Marlo, pertimbangan pelepasan saham ini adalah keinginan dari pemegang saham. "Shareholders mau jual LINK dengan harga premium," katanya sembari menegaskan tak bisa menyebutkan nama calon pembeli.

Dia mengungkapkan, sebelumnya pembeli potensial LINK terdiri dari 4 pihak, kini tinggal mengerucut pada EXCL dan Axiata Bhd. "Iya tahun lalu ada empat calon, tapi sekarang berubah."

Dia menjelaskan kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah sebesar 36,99%, sementara kepemilikan saham Link Net oleh First Mediaadalah 29,04%.

"Perhitungan di atas tidak termasuk saham treasury. Total 66,03% [yang dilepas]," jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan Maret 2021, Grup Lippo menggenggam kepemilikan atas 66,03% saham LINK melalui Asia Link Dewata sebesar 36,99% (sebanyak 1.017.766.198) saham) dan First Mediasebesar 29,04% (798.969.286 saham), dan sisanya publik 33,97%. Jadi porsi 66,05% saham berarti sebanyak 1.816.735.484 saham.

Mengacu pada rata-rata harga saham LINK pada kisaran Rp 4.380 sampai dengan Rp 4.500 per saham, jika Grup Lippo menjual seluruh kepemilkan sahamnya, nilai transaksinya berpotensi mencapai Rp 7,9 triliun sampai dengan Rp 8,1 triliun.

Sejak awal tahun, saham LINK terpantau menguat 84,23% dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 12,71 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(sys/sys)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading