Analisis Teknikal

Sudah 4 Hari Tak Pernah Menguat, Rupiah Mau Melemah Lagi nih?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 November 2021 06:41
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menguatnya spekulasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) membuat rupiah tidak pernah menguat sepanjang pekan ini. Kamis kemarin, rupiah kembali melemah tipis 0,07% melawan dolar AS ke Rp 14.265/US$.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (26/11) nasib rupiah sepertinya masih belum berubah.

Rilis data ekonomi AS yang bagus Rabu lalu, dimana belanja konsumen meningkat, klaim tunjangan pengangguran mingguan yang berada di level terendah dalam lebih dari 50 tahun terakhir menunjukkan perekonomian AS terus pulih.


Selain itu inflasi inti berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) lagi-lagi naik tajam, menjadi 4,1%, tertinggi sejak Januari 1991. Kemudian ada lagi rilis notula rapat kebijakan moneter The Fed menunjukkan banyak anggota dewan yang siap menaikkan suku bunga jika inflasi terus tinggi.

Semua itu menjadi "bekingan" bagi dolar AS untuk menguat. Pasca rilis serangkaian data dan notula tersebut, pelaku pasar kini melihat ada probabilitas sebesar 80% The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juni 2022, lebih cepat dari sebelumnya semester II-2022.

Secara teknikal, belum ada level-level yang harus diperhatikan mengingat rupiah lagi-lagi melemah tipis kemarin. Rupiah yang disimbolkan USD/IDR masih dalam tekanan sebab berada di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) di kisaran Rp 14.220/US$.

Level tersebut bisa menjadi kunci pergerakan rupiah di pekan ini.

Selain itu indikator Stochastic pada grafik harian bergerak naik dan semakin mendekati wilayah jenuh jual (oversold).

jkseGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinifiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Ketika USD/IDR mencapai oversold, maka kemungkinan akan berbalik naik, artinya risiko pelemahan rupiah semakin besar.

Seperti disebutkan sebelumnya, area MA 50 bisa menjadi kunci pergerakan. Jika tertahan di atasnya rupiah berisiko melemah ke Rp 14.300/US$ hingga Rp 14.310/US$ yang merupakan MA 100. Resisten selanjutnya berada di kisaran Rp 14.335/US$ yang merupakan MA 200 juga dijebol.

Sementara itu jika mampu menguat, target rupiah masih MA 50 kisaran Rp 14.220/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading