TLKM Laba Rp 18,9 T, IndiHome & Layanan Digital Jadi Andalan

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
25 November 2021 15:25
Sistem komunikasi kabel laut JaSuKa (Jawa-Sumatera-Kalimantan) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah pulih dan kembali beroperasi normal seperti sedia kala sejak senin pagi (4/10) pukul 05.30 WIB.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 13,1% pada kuartal III-2021. Dengan begitu laba dari perusahaan telekomunikasi pelat merah ini mencapai Rp 18,9 triliun.

Adapun pendorong dari laba TLKM pada kuartal III-2021 berasal dari layanan consumer fixed broadband, IndiHome dan bisnis digital. Layanan IndiHome secara berkelanjutan melakukan pengayaan konten melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten (content provider) global, seperti Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia. IndiHome juga menambahkan kanal Neptune TV, kanal dokumenter kehidupan laut yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tercatat, pendapatan IndiHome tumbuh 21,9% YoY menjadi Rp 19,6 triliun dengan EBITDA margin IndiHome yang kian meningkat menjadi 50,0% pada akhir kuartal III-2021. Peningkatan ini dipengaruhi oleh pendapatan dari add-ons yang tumbuh cukup besar terhadap pendapatan IndiHome.


Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan capaian kinerja perusahaan semakin baik dan on the right track dengan apa yang pihaknya rencanakan. Menurutnya, pencapaian ini dipengaruhi oleh transformasi yang gencar dilakukan TLKM, termasuk dengan strategi penguatan kapabilitas.

"Penguatan dilakukan melalui pembangunan sendiri, menjalin kemitraan strategis maupun strategi inorganik seperti akuisisi. Telkom akan terus mempercepat transformasi dan penataan portofolio demi value creation yang optimal bagi TelkomGroup, stakeholder serta bangsa dan negara," ujar Ririek dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

IndiHome juga mencatatkan penambahan 450 ribu pelanggan baru, dengan begitu total pelanggan IndiHome pada akhir September 2021 mencapai 8,47 juta atau tumbuh 9,2% YoY. Sementara itu, Average Revenue per User (ARPU) IndiHome mengalami peningkatan dari Rp 270 ribu pada kuartal II-2021 menjadi Rp 274 ribu pada kuartal III-2021.

Selain IndiHome, platform digital TLKM juga menjadi motor pertumbuhan laba. Data center dan cloud masih menjadi fokus bisnis Telkom yang terus berkembang secara signifikan seiring meningkatnya aktivitas para pemain bisnis digital.

Perusahaan mencatat pendapatan bisnis data center dan cloud hingga kuartal III-2021 sebesar Rp 1,1 triliun atau tumbuh 19,7% YoY. Telkom memiliki 26 data center yang terdiri dari 21 data center domestik dan 5 data center yang berada di luar negeri, termasuk data center tier 3 dan 4 di Jurong, Singapura.

Untuk meningkatkan bisnis digitalnya, anak usaha perusahaan yakni Telkomsel berinvestasi di Gojek pada November 2020 dan Mei 2021 telah memperkuat inisiatif strategis kedua perusahaan dalam memberikan manfaat baru bagi penggunanya. Hal ini juga mendukung percepatan digitalisasi di sektor UMKM. Sejauh ini, Telkomsel telah mencatatkan capital gain mencapai Rp 350 miliar.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, investasi di Gojek juga memperlihatkan hasil yang positif jika dilihat dari pertumbuhan kuartal III-2021 dibandingkan dengan kuartal I-2021. Seperti ARPU driver yang menjadi user paket kolaborasi swadaya meningkat sebanyak 4%, drivers yang menjadi reseller Telkomsel tumbuh meningkat mencapai 51% yang diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 97%, dan pertumbuhan merchant GoFood yang menggunakan MyAds melalui aplikasi Gobiz naik sebesar 146%.

"Kinerja Telkom yang kian membaik ini juga tidak lepas dari penanganan pandemi di Indonesia yang menjadi momentum yang tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Kami berharap dan optimistis bahwa kinerja perseroan hingga akhir tahun 2021 juga akan tumbuh positif. Semoga hal ini juga berdampak ke kinerja saham yang akan terus menguat dan dapat menggaet semakin banyak investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia," pungkas Ririek.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Langkah Pasti Telkom Bertransformasi Jadi Digital Telco


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading