Catat! Jam Perdagangan Bursa RI Kembali Normal di Awal 2022

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 November 2021 17:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan jam operasional perdagangan akan mulai kembali normal seperti saat sebelum pandemi Covid-19 atau sampai pukul 16.00 WIB pada awal tahun depan.

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo menyampaikan, sampai dengan saat ini, BEI masih memberlakukan jam operasional perdagangan sampai dengan pukul 15.00 WIB mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19.

BEI akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kemungkinan perubahan penutupan perdagangan di bursa akan normal seperti sebelum pandemi.


"Perlu koordinasi dengan OJK terkait kapan [kembali ke normal], feeling saya baru awal tahun depan, [jam perdagangan] kondisi pandemi masih berlaku ya, jadi nanti kita koordinasi dengan OJK, apakah kita bisa mengembalikan ke jam yang normal," ujarnya kepada awak media, Rabu (24/11/2021).

Selain itu, BEI juga memang sedang tahap harmonisasi terkait batasan autorejection bawah (ARB) dan autorejection atas (ARA) yang saat ini masih belum simetris.

"Ini perlu kita diskusikan secara internal dan diskusi dengan otoritas kita," beber Laksono.

Sebagai informasi saja, meskipun jam perdagangan lebih pendek satu jam pada masa pandemi, namun mulai 6 Desember 2021 BEI akan mengimplementasikan perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi selama 15 menit mulai pukul 15.01 sampai dengan 15.30 WIB.

Penyesuaian perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi itu bertujuan untuk mengakomodasi masukan dan kebutuhan dari pelaku pasar seperti perusahaan efek dan nasabah kelembagaan yang membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan transaksi di akhir hari.

Bersamaan dengan aturan tersebut, BEI juga menambahkan fitur baru dalam sistem pre-opening dan pre-closing, yakni adanya penambahan fitur Indicative Equilibrium Price (IEP), Indicative Equilibrium Volume (IEV), dan random closing.

Aturan ini bertujuan untuk mendorong pembentukan harga penutupan yang lebih wajar, mencegah pergerakan harga yang tajam saat penutupan, meredam terjadinya manipulasi harga penutupan, meningkatkan transparansi pembentukan harga penutupan dan meningkatkan terjadinya transaksi di sesi pre-closing. Penerapan fitur tersebut juga sudah diterapkan di sejumlah bursa saham global.

Kedua, adanya penambahan fitur market order. Penyesuaian ini akan memudahkan investor untuk menyampaikan pesanan pada harga pasar. Aturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi terjadinya transaksi sehingga mendorong terciptanya likuiditas pasar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dinantikan! Ini Dampak Jam Perdagangan Bursa Kembali Normal


(sys/sys)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading