Profil

Siapa Anderson Sumarli, Pemilik Ajaib Borong 24% Saham BNBA?

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
22 November 2021 15:35
Co-founder Ajaib Yada Piyamjomkwan dan Anderson Sumarli (CNBC Indonesia/Bernhart Farras)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu, saham PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp 746 miliar. Tercatat ada transaksi sebanyak 5,54 juta lot atau setara dengan 554 juta saham BNBA berpindah tangan di pasar negosiasi.

Terkuak ternyata Ajaib Reksa Dana (PT Takjub Teknologi Indonesia) yang bernaung di bawah Grup Ajaib menjadi pembeli 24% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam BNBA.

Sebagai informasi, hampir 91% saham BNBA dikuasai oleh investor institusi yang berarti kurang dari 10% yang beredar di publik. Pembelian tersebut dilakukan di harga Rp 1.345 per saham sehingga total transaksi mencapai Rp 745,67 miliar.


Transaksi tersebut melibatkan broker PT BCA Sekuritas (SQ) sebagai pihak penjual dan PT Ajaib Sekuritas (XC) sebagai pihak pembeli.

Ajaib Reksa Dana membeli saham tersebut dari pemegang saham lamanya. Hal ini tercermin dari kepemilikan saham BNBA atas nama PT Budiman Kencana Lestari menurun dari 18,18% menjadi 13,38%.

Sedangkan kepemilikan saham BNBA atas nama PT Dana Graha Agung yang sebelumnya menggenggam 27,27% sisa 20,07%. Kemudian terakhir kepemilikan saham BNBA atas nama PT Surya Husada Investment yang sebelumnya mencapai 45,45% menjadi 32,45%.

Ajaib dan Sang Pendiri

Ajaib Group didirikan sejak tahun 2018 yang menaungi Ajaib Sekuritas (PT Ajaib Sekuritas Asia) dan Ajaib Reksa Dana (PT Takjub Teknologi Indonesia).

Ajaib Sekuritasatau PT Ajaib Sekuritas Asia sendiritelah berdiri sejak 1989 yang semula bernama PT Manwell Setra, sementara Ajaib Reksa Dana atau PT Takjub Teknologi Indonesia berdiri pada 2019.

Ajaib didirikan oleh Anderson Sumarli bersama dengan Yada Piyajomkwan asal Thailand memiliki visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi dengan akses terhadap instrumen investasi kepada investor retail yang dapat diakses secara online.

Yada Piyajomkwanyang memiliki latar belakang dari konsultan global McKinsey & Company menurut LinkedIn pribadinya tercatat sebagai Chief Product Officer (CPO) Ajaib, akan tetapi tidak masuk dalam jajaran direksi dan komisaris seperti yang tercantum di laman resmi perusahaan.

Sementara itu Anderson dalam LinkedIn pribadinya menyebutkan bertindak sebagai Chief Executive Office (CEO) Ajaib. Sedangkan dalam lama resmi perusahaan posisi yang dijabatnya adalah sebagai komisaris utama perusahaan.

Anderson tahun lalu dinobatkan masuk ke dalam Frbes 30 Under 30, daftar 30 individu dengan umur kurang dari 30 tahun yang memiliki pengaruh di bidang keuangan dan modal ventura. Kala itu ia berusia 25 tahun. Forbes mencatat masuknya Anderson dalam daftar tersebut adalah karena perusahaan yang didirikan Anderson mengklaim bahwa berkontribusi terhadap penambahan 20% investor retail baru di Indonesia tahun 2019 silam.

Anderson diketahui memperoleh gelar sarjana di bidang ekonomi terapan dari salah satu kampus Ivy League yang berkedudukan di Ithaca, New York, Cornell University dengan predikat summa Cum Laude atau memperoleh nilai sempurna.

Selanjutnya ia memperoleh gelar MBA dari Stanford Univesity di mana ia bertemu dengan Yada sang pendiri lain yang juga sama-sama merupakan alumni dari Y Combinator, program percepatan start up di California yang telah menelurkan 3.000 perusahaan termasuk Airbnb, Coinbase, Dropbox, Twitch dan Reddit.

Karier profesionalnya dimulai di perusahaan teknologi raksasa AS, International Business Machines Corporation (IBM), sebagai Chief Analitycs Officer selama dua tahun di New York.


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading